Rabu, 12 Juni 2013

Aku dan Kamu


Siang itu sangat panas, aku bersama ibuku menyusuri panasnya jakarta menggunakan mobil hitam metalik kesebuah audisi. Kali ini aku diundang oleh supervisor dari sebuah agensi modelng terkemuka untuk mengikuti audisi perekrutan model yang baru.

Bagiku, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang  selalu aku lakukan. Entah sejak kapan, sepertinya dari dulu semua orang sangat mencintaiku. Menurut mereka aku itu manis, tampan, pintar, dan sempurna. Karena kesempurnaan itu hampir semua wanita mencintaiku. Aku sendiri tidak keberatan dengan kondisi itu, karena mereka selalu memujiku dan tidak pernah marah saat aku melakulan kejahilan. Hahaha...

“Cole!!! Berhenti melamun dan cepat keluar dari mobil!! Kita sudah sampai” teriak mom dari luar mobil.

“ah!! O-o-ok mom” aku jadi gelagapan karena kagetnya.

Aku dan mom memasuki sebuah hotel yang cukup terkenal di Jakarta, menurutku hotel kali ini lumayan. Saat memasuki hotel itu, meja pendaftaran sudah tertata rapi, dan para peserta yang datang untuk daftar ulang sudah cukup banyak.

Mom menarikku langsung ke meja pendaftaran dan mulai menuliskan biodataku secara lengkap sebagi salah satu syarat untuk mengikuti audisi ini. Begitu selesai mengisi biodata, aku harus menunggu sampai namaku dipanggil oleh para panitia untuk memasuki ruangan kecil yang berada agak jauh dari ruangangan tempat kami menuunggu.

Selagi menunggu aku memutuskan untuk berkeliling sambil menganalisi semua peserta yang dipilih. Saat berkeliling aku menemukan banyak peserta yang... ya lumayanlah untuk dipanggil calon model, tapi standardnya sangat kurang!!! Kecuali satu orang, Michael. Orang mengenalnya dengan nama Dimas, seorang tokoh protagonis dalam serial drama yang sangat terkenal sampai saat ini.

Selain dia, semua peserta ada yang gemuk, terlalu tinggi, pendek,kekanak kanakan, pemalu, hyperaktif, dan sebagainya. Huuh kalau begini aku bisa menang mudah ahaha... Sepertinya peserta yang kepiih sekitar 10 orang termasuk aku, tapi tentu saja hal itu sangat berbada karena AKU D-I-U-N-D-A-N-G
Hmm sudah delapan orang aku menganalisis kemampuannya, sekarang tinggal satu orang la..

BBRRRUUUKKK!!!” aku terpental agak jau setelah seseorang menabrakku.

“ka-ka-kamu baik baik saja?” kata seorang gadis dengan suara kekanak-kanakan dan  sedikit cempreng.

Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun, tapi aku tidak perlu hal itu. Aku menepis tangan itu dengan kasarnya. Kurasa dia kaget dengan perlakuanku.

“tak perlu!!! Aku tidah butuh bantuanmu!!” bentakku

Aku pun bangun sendiri sambil menganalisa gadis itu. Mataku mulai memperhatikannya dengan seksama mulai dari ujung hingga rambut. Dari nametag yang ada di pinggangnya aku mengetahui bahwa namanya APRODITE yang artinya dewa kecantikan dan cinta.

Dari pengelihatanku gadis ini lumayan juga, maksudku dia pantas untuk menjadi model. Tungkai kakinya sangat panjang dan indah dengan warna kulit kuning langsat. Dia menggunakan rok rampel yang manis selutut. Rambutnya agak bergelombang dan panjang. Mukanya oval dan mungil. 

Hidungnya pun sama mungilnya tapi sangat pas dengan mukanya. Bibirnya proposional dan warnya sangat indah.  Matanya menarik karena ada sesuatu berwarna coklat di samping pupilnya yang hitam gelap dan membuatku tidak dapat berhenti menatapnya.

Tunggu. Kanapa aku ti-ti-tidak dapat berhenti menatapnya!!! A-aa-aa-aku haru harus mengatakan sesuatu!

“anu... mukamu memerah, apa kamu sakit?” tanya sambil mendekat.

“T-t-t-ti-ti-ti-dak aku tidak sakit” kataku gugup

“yang terpenting sekarang adalah bajuku!! Lihat!!! Gara gara kamu bajuku lecek dan kotor!!!”

Saat mengatakan hal itu tanpa sadar aku berteriak, dan hal itu menarik perhatian yang lain kearah kami. Gadis itu tidak merespon sama sekali dan malah membuatku tambah kesal karena tatapannya ke aku sangat amat polos.

Entah apa yang membuatku kesal, tapi tanpa sadar aku memerah lagi dan mendorongnya hingga jatuh kelantai. Suara saat tubuhnya terantuk lantai sangat keras dan aku tidak peduli. Aku pun berlari menjauh. Meninggalkan gadis yang masih terduduk bingung setelah kudorong.
Semua orang melihat kearahku dengan tatapan menyindir, beberapa dari mereka bahkan mengatakan hal yang menyebalkan seperti biasanya.

“ihh itu Cole kan? Aku tahu kalau dia itu bintang yang sangat terangs aat initapi ternyata dia kurang ajar ya...” itu yang mereka katakan setiap kali mencebirku.

Aku tidak mengerti mengapa mereka selalu menyangkutkan namaku dalam dunia intertaiment dengan sikapku, seolah olah ingin melihatku sempurna dimata mereka. Mereka tidak pernah menerimaku apa adanya.

“Cole? Apa kamu mendengarkan kami?” kata seorang juri tiba tiba..

“ah maaf saya terbawa suasana... um sampai mana tadi kita. oh iya....” kataku lalu melanjutkan pembicaraan dengan para juri.

Tanpa kusadari kali ini aku sudah berada di ruangan audisi. Mungkin karena hal tadi aku jadi melamun. Entah kenapa tiba tiba yang terniang di kepalaku adalah omongan menyakitkan dari mereka yang  iri padaku.

BRIUUUUUURRR

Suara semburan air mengalir tiba tiba terdengar, dan tanpa sadar ternyata sekarang aku ada di dalam kamar mandi. Aku sendiri juga kaget. Apa jangan-jangan aku melamun dari tadi?
Tiba tiba sekali lagi aku menyadari bahwa sekarang aku sedang terduduk di sebuah meja didekat jendela sambil menikmati sajian yangcukup sedap. Mom kemana ya... ooh iya! Ini sudah masuk pada masa karantina ya. Aku melihat keadaan sekelilingku dan menemukan meja paling besar di  ujung .

Dimeja itu kedelapan peserta sedang bersuka cita dan tertawa sambil menikmati makanan yang ada. Disana aku melihat tawa semua orang terpancing karena berada didekat Aprodite. Hal itu membuatku sangat emosi, bahkan saking emosi aku sampai membuat gigiku berbunyi karena tergesek satu sama lain.

“hei!!! Apa kabar.. dari tadi kamu ngelamun saja ada apa”

“Ah! Oh Michael... ngapain kau kesini?” tanyaku sambil mengunyah makanan.

“aku kasian  sama kamu yang makn sendirian dan menolak untuk bergabung dengan mereka... tapi serius kelakuanmu kali ini sangat menyebalkan. Mungkin kamu nmerasa tidak nyaman dengan para pemula seperti mereka setidaknya kamu harus bersikap yang manis dong, agar mereka semua tidak tersindir karena omonganmu! Ingat kesombonganmu pasti membawa mala petaka untuk dirimu sendiri” kata laki laki itu sambil mengambil sosis yang ada di piringku dan melahapnya.

“apaan sih!” kataku lagi dengan nada dingin.

Tapi entah kenapa aku merasa sangat kesal jika bertemu dengan gadis itu, dan emosiku semakin memincak jika dia diidekati oleh orang lain... T-t-ti-tiddak itu bukan cinta.. itu bukan cinta dan aku yakin itu.

“Berhenti menatapku seperti itu, hei mukamu memerah lho! Cepat singkirkan tatapan menjijikan itu!!! jangan sampai orang salah paham mengerti?!”

“iya iya.. dasar bawel” kataku lagi. Kali ini mataku menatap meja Aprodite, tapi gadis yang aku cari ternyata tidak ada di tempatnya.

“hei! Haha dari taddi kamu menatap mejaku terus ada apa sih? Tanya seseorang dengan nada cempreng.

Tunggu.
Na-nada cempreng ini..“Aprodite?!” kataku kaget

“ping pong!~ haha kamu ngapain sih dari tadi menatap meja kami? Bagaimana kalau kamu gabung dengan kami?” tanyanya sambil tersenyum.

“hhmmpp!!”

Setelah aku membungkam mulutku, gadis itu mulai berbicara panjang lebar. Dia mengatakan betapa kagetnya melihat perlakuanku pagi ini dan dia memarahiku karena ketidak sopananku. Michael hanya meringis dan tersenyum geli saat aku dimarahi. Diakhir kalimatnya dia berkata

“hei!!! Kamu mendengarkan tidak sih?”

“hah?”

“aku bilang mana ucapan ‘maafkan aku’ untukku??”

“haah?! Aku yang super  populer ini harus meminta maaf padamu?hei yang menabrakku kan kamu!! Kenapa aku yang harus minta maaf???!!”

Entah kenapa semua bentakan itu keluar lagi dari mulutku. Tanpa sadar aku mendorongnya lagi dan kali ini kepalanya membentur meja.  

Aku sama sekali tidak bermaksud melakukan hal itu, ketika aku mengulurkan tanganku untuk membantunya bangun sekalian meminta maaf, uluran tanganku ditepis oleh seorang wanita, dan beberapa peserta laki-laki menarikku mundur.

“dia tidak butuh uluran tanganmu yang kotor itu!”

“Tahu tidak?! sebenarnya kami semua sangat muak dengan tingkahmu!”

“Mungkin kamu sempurna tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya! Perbuatan kamu kali ini sangat kelewatan tahu!” Bentak mereka satu persatu.

“Hei sudah cukup! Jangan bertengkar! Lagi pula aku baik-baik saja kok.. Hanya saja ukh!!!” kata Aprodete.

“ Tapi kakimu terbentur!!”

“hahaha paling membiru sedikit.. tenang saja hal kecil seperti itu tidak akan mempengaruhiku nanti saat final” katanya ceria sambil membentuk huruf V dengan jarinya.

“untung saja kamu baik baik saja.. huft.. susah ya kalau ada seorang bintang sombong dan tidak tahu malu sepertimu mengikuti audisi ini...”

Mereka semua menatapku dengan tatapan merendah dan seolah jijik dengan diriku. A-a-aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu hanya saja... hanya saja..
Ukh.. baiklah jika kalian lebih menyukai diriku yang sombong dan menatapku jijik seperti itu maka aku akanmenjadi seperti yang kalian inginkan..

“Haaa???!!!!!!! Mengikuti? Asal kalian tahu ya!! Aku ini D-I-U-N-D-A-N-G  beda dengan kalian yang mengajukan diri lalu dipilih oleh mereka!! jadi jangan sok deh!!”

Ketika kalimat itu keluar, aku dapat menduga ekspresi mereka kecuali ekspresi yang dikeluarkan Aprodite. Dia terlihatsedikit terkejut dan sedih disaat yang bersamaan.
Saat aku melirik ke araah Michael, laki laki itu malah sibuk foto  dengan para fans-nya.

Kalimat Michael yang tadi terus terniang di kepalaku. Aku benar benar tidak pernah berpikir bahwa semua kalimat yang aku ungkapkan merupakan kesombongan. Menurutku sendiri kalimat itu cuma sesuatu kepercayadirian bukan pamer atau sombong.
Setelah peristiwa itu aku kembali kekamar dan langsung istirahat. Tidurku tidak nyenyak kali ini. Mungkin karena aku kelelahan atau karena ini tempat baru.

Keesokannya banyak kegiatan yang kami ikuti mulai dari belajar bergaya, modeling, fotografi dan sebagainya. Selain kegiatan inti kami juga pergi ke beberapa tempat untuk bersenang senang. Seingatku waktu itu kami sedang makan siang disebuah restoran dan aku seperti biasa duduk di pinggiran sambil memandangi pemandangan di luar.

Ketika aku melihat kearah jendela, tiba tiba semua pemandangan bergerak. Lagi lagi aku melamun dan kali ini lamunanku pecah saat berada di dalam bus. Sepertinya semua kegiatan hari ini telah selesai dan sekarang sepertinya kami menuju hotel untuk beristirahat.

Entah kenapa aku merasa muak dengan pemandangan malam yang sebenarnya sangat indah. Aku hanya memalingkan mataku dan kembali membawaku untuk memandang tempat Aprodite. Dia terlihat sangat ceria dan dapat mencairkan suasana seperti biasanya. Padahal kakunya pasti masih kesakitan karena waktu itu aku sempat melihat seberapa besar memar yang ada dikakinya.

Entah kenapa setiap kali aku mencari masalah sepertinya dia selalu melindungiku. Entah mungkinaku yang kepedean, atau dia yang kurang kerjaan. Tapi semua kegiatan hari ini tidak membuatnya terlihat kelelahan.

Di dalam bus aku duduk di belakang. Sendiri. Dari siitu aku bisa melihat Aprodite tanpa harus mencuri curi pandang. Disitulah aku  mengatahui bahwa Betapa lembut dan baiknya Aprodite itu. Pantas saja semua orang menyukainya. Aku menghela nafas dan memalingkan wajahku. Tiba tiba aku merasa sangat mengantuk dan dalam hitungan menit aku tertidur dan mulai bermimpi.

Saat aku terbangun tiba aku melihat Michael  ada disampingku dan itu membuatku nyaris berteriak. Sebelum sempat teriak, Michael menaruh telunjuknya dimulutku dan mulai berbisik.
“jangan teriak.. atau dia akan terbangun...”
Dia berkata seperti itu sambil menunjuk ke sebelahku yang lain. Aku pun ikut menengok. Disana ada Aprodite. Tertidur. Hal itu membuatku semakin kaget dan akhirnya dia terbangun.

“oh.. hai.. hoam.. bagaimana tidurmu? Apa kamu mimpi indah” tanyanya setelah bangun.

“umm.. i-i-iya”aku tak yakin dengan jawabanku.

“a-a-aapa yang kamu lakukan disini?” tanyaku

“menunggumu bangun... apa lagi menurutmu? Tapi sepertinya aku ketiduran. Hahaha.. maaf telah merepotkanmu” katanya lagi.

Saat dia tertawa seperti itu aku merasa ada banyak tatapan dingin yang tertuju kepadaku, benar saja orang orang yang didepan merasa cemburu parah dan hal itu membuatku takut. Semua peserta kecuali Michael tgerlihat begitu kesal dan memandangku rendah (lagi).

“kamu sendirian kan?! Gimana kalau maju kedepan kita ngobrol bersama di depan... ayo Michael juga”

Lalu Aprodite menarikku dan Michael ke depan. Disana untuk pertama kalinya aku merasa senang karena dapat bergabung dengan mereka.entah sihir apa yang di ucapjkan oleh Aprodite hingga akhirnya semua orang didekatnya dapat merasa nyaman bersamaku.

Disitu aku sadar bahwa semua peserta laki laki telah jatuh cinta dengan Aprodite. Dan beberapa peserta perempuan mungkin sedikit membencinya. Sepertinya nama Aprodite sangat cocok untuknya.

“aku mau ke toilet dulu ya...” kataku tiba tiba, lalu pergi meninggalkannya.

Saat berada di dalam toilet aku mendengar beberapa peserta laki laki. Sepertinya mereka sangat emosi.

“apa-apaan si Cole itu?! Seenaknya saja mendekati Aprodite.”

Mereka tidak hanya emosi tapi juga sangat marah, semua kalimat yuang mereka keluarkan hannya cacian yang di tujukan padaku, mereka seolah mengutukku. Walaupun kesal tapi semua perkataan mereka ada benarnya. Mungkin aku memang terlalu kelewatan kali ini. Aku ingin sekali memberontak tapi aku sama sekali tidak dapat membantah kalimat mereka.
Aku pun memutukan untuk keluar dari toilet. Saat keluar tiba tiba mereka berada tepat didepanku.

“sepertinya kamu telah mendengarkan semua perkataan kami.. mungkin lebih baik kalau kami berkata langsung tepat  dimukamu. “ kata salah satu laki laki

“bisakah kamu menjauh dari Aprodite!! Kamu itu ngga pantes tahu ngga untuk mendekatinya..”

“kamu tuh jangan besar kepala hanya kerana kamu punya banyak kelebihan dari pada kami, itu menyebalkan tahu!!!”

Mereka semua tiba tiba menarik kerah bajuku lalu menyeretku keluar dari toilet. Aku diseret ke samping tangga  darurat. Aku mengerti kenapa mereka menyeretku kesana, tapi yang aku tidak mengerti kenapa semua peserta kecuali Aprodite ada disana. Bahkan Michael pun  ada.
Saat aku menatapnya, laki-laki itu tersenyum. Aku hanya meliriknya dengan emosi namun tiba tiba dia mendekat sambil berbisik

“aku sudah bilang kan?! Kesombongan kamu itu membawa mala petaka” dengan nada yang 
sangat menyeramkan laku terkikik seolah bahagia karena meneteskan asam di lukaku.

Mereka semua mengerubungiku dan mencaci makiku dengan cacian yang sangat menyakitkan. Semuanya itu seolah mereka secara bersamaan menyiksaku secara verbal dean nyaris membuat psikologiku terganggu. Selesai dengan semua cacian itu mereka bertanya

“hei.. kamu mendengar kan? Hei! Jawab” kata seseorang sambil membentak.

Aku sama sekali tidak dapat merespon lagi. Rasanya badanku kaku dan otakku terasa kosong. Saat itu aku merasa kalau aku itu hanyalah sebuah manekin yang tak berguna. Aku nyaris tidak percaya dengan semua yang mereka katakan padaku. Aku bertanya pada diriku apakah semua cacian yang menjijikan itu ditujukan padaku? Kalau seandainya iya, berarti selama ini aku sudah menjadi anak yang sangat menjijikan, pantas mereka membenciku. 

Entah bagaimana tiba tiba yang aku rasakan adalah tubuhku melambung tinggi. Sepertinya aku didorong ke lantai bawah. Aku tidak bisa teriak. Aku tidak peduli dengan apapun. Saat aku menyerah akan segalanya, tiba-tiba aku merasa seseorang menjadikan dirinya sebagai matras sehingga aku terhindar dari gegar otak, tapi disaat itu juga aku tersadar saat beberapa peserta wanita menerikan sebuah nama

“APRODITE!!!!!”

“KA-ka-kamu kenapa melakukan hal itu?” kataku segera menyingkir darinya.

“haha ngga usah berlebihan aku baik baik saja kok...”

“ka..kalu begitu ka-ka-kamu permisi dulu ya..” kata beberapa dari mereka lalu merekapun leri terbirit birit.

Aku mengulurkan tanganku lagi kali ini tapi dia menolak dan mencoba untuk bangun sendiri namun tiba tiba terjatuh lagi.

“sudah kuduga.. kakimu terkilir... tapi untuk saat ini tidak terlihat terlalu parah jadi saranku adalah jangan memaksakan diri” kata Michael setelah membantuku mengobati pergelangan kaki Aprodite.

“makasih banyak ya Micha”

“aku masih tidak percaya seseorang seperti Cole akan berlari seperti itu dan memohon mohon padaku untuk menolong seorang gadis yang terkilir... itu sama sekali tidak keren... kalau sampai fansmu tahu mungkin mereka meninggalkanmu hahaha” katanya lagi, kali ini dengan nada mengejek

“sial kau”

“tapi menurutku sikapmu tadi manis lho.... aku suka deh” kata Aprodite.

Mendengar hal itu aku memerah lagi dan tidak bisa membalas apapun. Hatiku hanya berdegup kencang padahal akutidak tahu apa penyebabnya.

Michael melirikku saat aku salah tingkah lalu dia berbisik

“ Jangan jangan kamu jatuh cinta padanya ya?!”

“hah??!”

Dia tidak berkata lagi dan meninggalkan kami berdua.

Kami pun mulai berbincang bincang mengenai banyak hal sampai akhirnya panitia memanggil kami untuk segera ke panggung.kami diseret dan deberikan baju ganti yang lumayan keren, di make up dan siap untuk naik ke atas stage.

Saat grand final mau dimulai seorang panitia mengumumkan bahwa kami harus berpasangan nantinya setelah modeling solo. Semua pasangan telah di bagikan dan Aprodite berpasangan dengan Michael.

Aku merasa sangat kecewa karena pasanganku bukan dia. Sebelum grand final dimulai kami harus memikirkan taktik yang cocok untuk berpose saat berpasangan nanti.
Semua peserta terlihat sangat canggung kecuali pasangan Aprodite dan Michael. Mereka terlihat sangat serasi yan itu membuatku emosi.

“anuu bagaimana kalau kita mencoba seperti mereka?” tanya pasanganku.

“ngga jangan coba coba menyentuhku” kataku terlanjur emosi.

Karena emosiku semua yang aku lakukan jadi berantakan bahkan saat berpose. Semua pose yang kulakukan terlihat sangat dibuat buat. Setelah tampil solo aku kembali kebelakang pangguung. Aku melihat Arodite maju dang dengan sangat sempurna dia melakukan berbagai pose dengan sangat natural.

Begitu selesai pose solo dia mencari Michael dan berlatih lagi untuk pose berpasangan. Saat latihan entah apa yang mereka lakukan aku tidak dapat melihatnya tapi secara tiba tiba 
Michael menaruh tangannya di bahu Aprodite.

Hal itu membuatku sangat emosi dan tanpa sadar aku menepis tangan itu dari dari pundak aprodite. Aku sendiri kaget dengan apa yang aku lakukan terlebih lagi tepisan itu sangat kuat hingga Michael dan Aprodite tercengang.

“hei apa maksudmu melakukan hal itu!!!” tanya keduanya bersamaan.

Aku juga tidak tahu apa yang telah aku lakukan dan kenapa aku melakukan hal itu. Jadi aku 
hanya terdiam tapi entah kenapa tiba tiba aku tidak dapat mengontrol mulutku sendiri. Hal itu sangat  tidak dapat di percaya.

“a-a-aku tidak suka saat kamu disentuh dia.. DIA KAN BUKAN SIAPA SIAPA KAMU!!! KENAPA KAMU MAU DISENTUHNYA???” bentakku

“hei kenapa tiba tiba kamu teriak, lagi pula ini cuma sentuhan, aku tidak akan memakannya” kata Michael

“AKU NGGA PELU YANG JELAS SEHARUSNYA KAMU MERASA TERSINGGUNG SAAT SEORANG LAKI LAKI MENYENTUHMU KAN!!!!” kali ini aku berteriak sambil memegang tangan Aprodite dengan kencangnya.

“Cole.. sakit...”

Aku tidak mempedulikan rintihan itu dan makin mempererat pegangan tanganku hingga akhirnya tangan Michael memegang tanganku sambil berkata

“genggamanmu bisa mematahkan tangan mungilnya, lihat ekspresinya” katanya dengan nada 
yag serius dan dingin.

Aku lalu menengok ke arah Aprodite. Wajahnya terlihat kesakitan sekaligus ketakutan. Dia berusaha sebisa mungkin untuk menahan air matanya agar tidak keluar. Aku sadar bahwa genggamanku membuatnya sakit lalu melepasnya.

“COLE!!! KAMU KENAPA SIH?? ITU KAN HANYA SENTUHAN, LAGI PULA AKU SUDAH MENGIJINKANNYA KOK!! KAMU ITU... KALI INI KAMU EGOIS BANGET!!!” bentaknya.

Aku tercengang, ku pikir dia akan membelaku lagi tapi ternyata...
Entah kenapa aku merasa sangat sakit aku tak percaya orang yang paling tidak ingin untuk membenciku sekarang malah memarahku dan mengeluarkan kata kata yang tidak ingin kudengar sama sekali darinya.

Aku telah menyakitinya, menyakitinya berkali kali dan hal itu tidak membuatku jera karena berkali kali pula dia memaafkan ku. Hal itu membuatku besar kapala seolah tidak ada orang didunia ini yang dapat menghukumku, tapi aku salah. Aku-a-aku..

Akhirnya aku menyadari semua kesalahanku dan saat aku menyadarinya sebuah perasaan aneh tiba tiba mucul. Rasanya seperti sakit dan tertekan seolah jantungku diinjak dan aku menjadi sulit bernafas karena suatu hal yang tak kumerti.  Hal itu pula yang yaang membuatku malu karena telah  bertingkah bodoh selama ini. Dengan muka memerah dan  airmata yang nyaris keluar. Aku berlari menjauh dan keluar ddari belakang panggung.

Aku benar benar bodoh!!! Aku mengutuki diriku sendiri. Dan akhirnya aku merenungkan semua perbuatanku selama ini. Semua kebodohan yang kulakukan dan semakin aku menghitungnya semakin aneh rasa yang ada di hatiku.

“hei... sepertinya kamu telah menyadari semua kesalahanmu...”

“Michael...”

“stop.. jangan bicara... aku mengerti apa yang mau kamu katakan dan apa yang membuatmu sulit mengatakannya... kau tahu semua ini masih dapat diubah” katanya perlahan

Kini aku mengerti kenapa semua wanita menyukai Michael. Dia terlihat begitu keren dengan ketenangan itu. Semua kalimat yang diucapkannya  mungkin menyakitkan tapi semua itu ada benarnya dan dia inginkan adalah merubah pola pikir seseorang.

Dengan tatapan yang tenang itu dia terlihat begitu dewasa dan berwibawa, sangat cocok  dengan perawakan Aprodite manis.

“Michael benar Cole... tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan... Oh ya aku mau minta maaf karena membentakmu ta-tadi...” kata Aprodite setelah muncul dengan tiba tiba.

Aku terenyah saat melihatnya meminta maaf. Mereka benar, aku masih bisa memperbaiki kesalahanku, aku..aku masih bisa mengembalikan semuanya. Karena kalimat mereka berdua aku mengelap air mataku dan tersenyum kecil sebelum akhirnya aku meminta maaf kepada mereka

“a..anu.. akulah ya-ya-yang sa-lah  ma-ma-maafka aku!!!” kataku akhirnya.
Aku baru tahu bahwa meminta maaf itu sangat sulit terleih jika orang yang kamu ucapkan maaf malah mentertawaimu..

“hahahahaha tentu saja kami memaafkanmu”

“ayo sebaiknya kita kembali sekarang dan memberikan kejutan pada semuanya”

Kami pun tersenyum lalu berlari ke belakang panggung. Disana semua orang sudah menunggu kami untuk beraksi. Pertama adalah giliran pasanganku. Kami naik keatas panggung bersama. Sebelum keluar dan memasuki stage, aku berkata

“jadilah dirimu sendiri dan tunjukan daya tarikmu pada mereka semua, sisanya biar aku yang mengatur. Ingat rileks dan jangan lupa untuk tersenyum.”

“ah.. ba-ba-baik!!” jawabnya bersemangat.

Kami pun masuk ke stage dengan gaya kami masing masing, saat kami berpose berdua, aku telah memikirkan posenya dan pose kamipun terlihat sempurna dan alami sehingga semua orang tersenyum dan bertepuk tangan dengan gembira.

Setelah kami selesai, sekarang giliran Aprodite dan Michael. Aku melihatnya dari belakang panggul awalnya mereka hanya berpose dengan pose sederhana, namun di akhir pose semua penonton dan peserta termasuk aku tercengang, setelah mambatu beberapa menit mereka berteriak dengan semangat dan memberikan standing aplouse yang sangat meriah, semua kecuali aku.

Akhirnya aku menyadari kalau aku jatuh cinta dengannya dan si Michael sialan itu berani melakukan hal itu.  Begitu kembali ke belakang panggung Michael menjulurkan lidahnya dengan ekspresi jail.
Aprodite mendatangiku dan menarikku ke tengah para peserta sambil berkata..
“Teman teman!!!! Cole mau menyampaikan sesuatu harap didengar ya!!!”

“EH?????”

Aku yang kaget hanya bisa melirik ke arah Aprodite dan Michael. Saat melirik kearah mereka, mereka hanya membalasnya dengan tatapan ‘selamat berjuang’ dan sekali lagi hal itu membuatku malu. Akhirnya aku mengumpulkan semua keberanianku dan mulai berkata...

“aku mau minta maaf atas semua yang aku lakukan ke kalian. Aku benar benar baru sadar atas semua kesalahan itu dan itu membuatku sangat.. sangat ma-ma-malu... pokoknya sekali lagi MAAFKAN AKU!!”

Mereka semua terkejut, lalu tertawa bersama sama. Kemudian mereka juga meminta maaf  atas semua perbuatan yang mereka lakukan kepadaku. Saat semua masalah selesai kini kami naik ke atas pangung bersama untuk melihat siapa yang akan menjadi pemeneng.
Seperti yang telah kuduga, Aprodite dan Michael menjadi pemenag utama dan entah kenapa mereka memilihku sebagai pemenang favorit. Selesai acara itu kami semua diwawancarai oleh beberapa media massa.

Begitu banyak pertanyaan yang dilayangkan kepada kami hingga pada akhirnya ada pertanyaan yang benar benar menarik perhatianku dan semua peserta lainnya.

“kalian terlihat begitu serasi dan natural saat berpasangan tadi, apa yang membuat kalian seperti itu? Apa mungkin kalian berpacaran?”

Kami semua benar benar menunggu pertanyaan itu. Kalau dipikir pikir, selama masa karantina Aprodite dan Michael selalu bersama dan mereka terlihat sangat akrab. Jelaslah jika semua peserta menjadi penasaran dengan semua hal itu.

Aprodite dan Michael saling pandang lalu tertawa..
“tentu saja bukan!! Perempuan ini sepupuku, rencananya dia ingin memasuki dunia intertein setelah melihatku, makanya aku mengajaknya untuk ikut audisi kali ini iya kan kak?”

“tentu saja.. hahaha kami ini selalu bersama dari kecil, lagi pula apakah kalian tidak sadar selama ini akulah yang selalu menemaninya shooting, bahkan aku pernah beberapa kali muncul di TV kok..”

Aku merasa sangat lega... tunggu.. kakak.. mendengar kalimat itu aku sedikit ketakutan, bagaimana jika ternyata dia... berarti dia lebih tua dong..

“hei Aprodite!! Berapa umurmu?”

“umurku? Hmmm bulan mei nanti mungkin 18 tahun hehe”

Semuanya tercengang mendengar pengakuan itu. Selama ini kami mengira dia berumur 15 tahun tapi ternyata dia sangat sangat tua.

“jangan coba coba menyebutku tua mengerti?!” katanya dengan tatapan membunuh.
setelah kejadian itu aku pulang kerumah, sebelum pulang, aku memanggil Aprodite, dan mengungkapkan isi hatiku setelah minta maaf dan berterima kasih atas segalanya.  tapi saat aku mengungkapkannya dia menghela nafas lalu tersenyum.

"maaf aku tidak bisa menerima perasaan kamu..." ucapnya sambil mengacak rambutku.
tepat setelah dia mengucapkan itu aku emosi dan mulai berteriak

"kenapa??? kenapa? a-aa-apa itu karena aku terlalu muda? a..apa......"
sebelum sempat aku menyelesaikan kalimatku Michael datang, dia sedikit bingung namun dengan cepet dia membaca suasana, lalu menahan tawanya.

"hey hey hey apa yang kalian lakukan? aku tidak mengganggu kan?!"

"oh Micha!!"

"ummm biar kutebak, Cole, menyatakan perasaannya padamu?! o....0...o.. hahhaahahaha tebakanku benar!!! hahaha"

aku langsung kesal dan membuang mukaku dan menjauh darinya karena tatapan mengejeknya yang menjijikan itu melihat tepat ke aku. rasanya aku mau mati sekarang karena rasa malu ini, tapi Aprodite menolongku (lagi)

" Micha!! cukup!!! berhenti mengganggunya!!! kasian dia!!! lebih baik sekarang kamu ke sana, Zeus mungkin sudah sampai, dan.." dia mulai membuat nada suaranya menakutkan "oh mungkin sebaiknya aku memberitahu semua yang kamu lakukan selama masa karantina"

"EEEEHHHHH!!!! kenapa?!"tatapannya sangat terkejut

"karena dia menawarkan barang bagus kepadaku, hehehe mungkin jika aku mendapatkan tawaran yang lebih bagus aku akan mempertimbangkan pilihan kalimatku"

aku sama sekali tidak tahu tentang siapadan apa yyang mereka bicarakan, tanpa sadar aku bertanya "siapa Zeus?"

"Oh... itu..."

"itu adalah monstrer jahat  yang licik!!!" kata cowo itu sambil menggerakkan tangannya mencoba menakutiku

"jangan dengarkan omongan Micha... Zeus itu kakakku..."

"oh.."

Setelah itu mereka asik lagi dan aku jadi sedikit terlupkan, namun akhirnya Aprodite berhasil mengusir Michael, dan mendekatiku. saat mendekat dia membisikkan sesuatu yang mengejutkanku..

Saat selesai berbisik, aku melihat mukanya memerah, membungkuk seperti orang jepang, mengucapkan selamat tinggal dan berlari mengejar Michael.


Sungguh aku sangat bersyukur untuk  mengikuti audisi ini karena sekarang hal kecil berhasil mengubah kepribadianku menjadi lebih baik dan sampai sekarang pun aku masih tidak dapat melupakan gadis aneh yang ketemui 3 tahun lalu dan perasaan ini.. aku harap kami dapat bertemu suatu saat nanti. 


                         "mungkin aku akan jatuh cinta padamu saat
      kita bertemu lagi nanti, dimana kamu akan kelihatan

 lebih dewasa dari pada sekarang"

Selasa, 07 Mei 2013

just a lil' words

aku terlahir tanpa mengalami kecacatan...
aku sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam melakukan apapun. aku tergolong anak yang cepat tanggap dalam mempelajari sesuatu, dan orang mengenalku sebagai anak yang ceria dan sedikit aneh. Aku juga memiliki muka yang lumayan manis, dan aku pandai dalam berbicara. semua orang mengenalku sebagai anak yang energik, ramah, aneh. mereka semua selalu mengandalku disaat tertentu.

tapi ada satu sifat yang sama sekali tidak mereka ketahui. Aku sendiri tidak yakin dengan hal ini tapi entah mengapa aku tidak dapat mengatakan apakah sifat ini positif atau negatif...
Aku selalu dapat menampilkan sesuatu dengan maksimal, mereka memandangku dan menganggapku sebagai anak rajin dan dapat sukses jika mau belajar lebih tekun.

kenyataannya, aku adalah anak pemalas yang paling suka merenung. aku selalu iri dengan orang lain, dan terkadang aku membenci diriku sendiri. sebenarnya aku kurang yakin akan hal ini tapi mungkin hal ini berawal saat aku mulai mengenal dunia.

aku belajar mengenai dunia dengan pengelihatanku. saat itu umurku baru 3 tahun, dan aky sangat suka dengan dongeng. biasanya aku menonton film mengenai putri raja, dari situlah aku mulai berpikir bahwa dunia nyata sama dengan dongeng.

tapi pikiran itu lenyap saat aku mulai mengenal sekolah. ditaman kanak kanak aku mempelajarri berbagai hal yang sangat jauh berbeda dari semua bayangan fantasiku mengenai dongeng yang kutonton satu tahun yang lalu. di TK aku belajar bahwa
"orang lemah akan selalu ditindas" 
"orang terkayalah yang akan memiliki banyak teman"
"jika kamu tidak disukai oleh seseorang yang berkuasa disana karena kelebihanmu, kamu harus siap untuk di benci semua orang"
"jika kamu bodoh,  uang jajanmu akan dihabiskan oleh pembantumu"
"kecurangan adalah cara terbaik untuk mendapatkan nilai A+"

entah munkin karena aku terlalu jujur, akhirnnya aku mengungkapkan semua yang ku pelajari ke teman temanku, dan akhirnya aku dibenci oleh mereka semua termasuk para orang tua. dari situlah aku mulai terbiasa main sendiri, dan memohon kepada orang tuaku agar dapat memegang sendiri uang jajanku.

Di TK biasanya anak laki laki akan membully diriku sedangkan yang perempuan menjauhiku bahkan teman sepermaiinanku kkun ikut membullyku. agar aku tidak di bully biasanya aku main di belakang gedung. sendirian atau mendengarkan para mbak (sebutan pengasuh/pembantu rumah tangga) membicarakan suatu hal yang sangat aneh.

saat itu aku tidak mengerti artinya sakit, atau kesepian, jadi terkadang aku akan berbicara dan main bersama binatang. saat aku naik kelas, aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip denganku. aku sama sekali tidak tahu namanya, tapi dia sangat menyenangkan untuk diajak main.

biasanya kami main berdua, naik ayunan, pergi jajan bareng. main tanah dan sebagainya. setiap kali aku bertemudengannya dia selalu terlihat tersenyum. mukanya sangat bercahawa saat tersenyum dan itu membuatku ingin tersenyum juga.

yang membuatku tidak dapat melupakannya adalah pelajaran berhaga yang diberikannya untuk mengubah pola pikirku.

saat itu kami main ayunan sambil berdiri. dan tiba tibadia jatuh tersungkur. saat itu dia tersenyum untuk memberi isyarat bahwa dia baik baik saja. tapi senyum itu hilang saat seorang wanita setengah baya mendatanginya dang mulai marah marah. wanita tua itu mencubit dia dengan sangat keras sambil berkata

"sakitkan?? ayo nangis!!! sudah tau bahaya kenapa masih tetap dilakukan!!!! sini mamah bikin kamu tambahh sakit biar kamu puas!!! ayo nangis yang kenceng!!!"

wanita itu terus mencubit dan membuat temanku menangis sangat kencang.
seketika banyak ibu iibu yang mengkerubungi mereka berdua. ada beberapa ibu ibu yang berkata

"bu jangan di pukul anaknya.... kasian dia..."
"biarin aja biar dia tau rasa!!!!" jawab wanita setengah baya itu sambil mencubit gadis kecil yang tak berdaya itu

setelah mendengar hal itu ibu tadi berhenti bicara dan kembali ke dalam kerumunan. saat itu aku mendengar yang lain berkata seperti ini
 
"kasian ya anak itu dipukul terus sama ibunya" tapi mereka sama sekali tidak melakukan apapun

saat itu, aku berpikir kenapa mereka diam saja. bukankah seharusnya mereka membantu anak itu? aku yang kebingungan akhinya lali menjauh dan pergi ke belakang gedung untuk menyendiri.

saat akhirnya wanita setengah baya itu puas mencubit, si anak pun akhirnya berhenti menangis. saat si anak berusaha bangun dia terjatuh, tapi akhirnya berhasil bangun dan pergi mencari seseorang. dia agak kesakitan, tapi tetap memaksakaan diri berdiri dan pergi mengitari gedung sampai akhirnya dia tersenyum dan berkata

"akhirnya aku menemukanmu..." sambil berlari dan memelukku

saat itu aku kaget karena dia berkata dengan nada yang penuh keceriaan padahal tubuhnya dipenuhioleh luka dan lebam bekas cubitan.

"kamu ngga apa apa?" tanyaku
"iya.. aku baik baik saja"
"tapi tadi kamu menangis sangat kencang karena di cubit nenek sihir itu!!"
"hei!! jangan berani kamu menghina ibuku!" jawabnya dengan penuh amarah
"mungkin dia memang sedikit kasar, tapi dia tetap ibuku, dan aku sayang dia. lagi ppula aku sudah terbiasa kok. ini juga semuua salah aku yang kurang berhati hati" katanya lagi dengan nada yang sedikit lebih lembut.

kali ini aku agak kaget. kenapa dia bisa tersenyum tulus saat ada seseorang yang menyiksa dia? kalau itu aku , aku pasti akan menggigit mereka"

"haha... kamu tau... TERSENYUM selalu membuat suasana menjadi lebih baik, bahkan ketika kita merasa kesakitan. menangis memang wajar, tapi itu bukan solusi terbaik.." katanya sambil tersenyum.

saat itu aku sangat terpesona mengenai kalimatnya, dan akhirnya kami menjadi teman baik, walau akhirnya kami berpisah karena suatu takdir.

saat itu aku kelas 2 SD dan dia sedang dirawat dirumah sakit. Akupun pergi untuk menjenguknya. Saat pintu kubuka aku melihat badannya penuh dengan balutan, dia sedang berusaha menahan rasa sakit. aku mendatanginya dengan wajah yang super cemas.

saat tiba dia tersenyum padaku. dia berkata
"hei.. ada apa dengan wajahmu? ayolah ini bukan masalah besar..." katanya.

aku membaca papan di tempat tidurnya

"RUSAK ORGAN DALAM, PATAH TULANG, DAN GEGAR OTAK BERAT"

meski ngga tahu artinya tapi aku tahu bahwa dia kesakitan. aku semakin sedih ketika melihatnya malah tersenyum lebar kepadaku dan berkata "aku baik baik saja" seakan dia hanya terkena luka gores. aku benar benar tidak tahan, akhirnya aku berkata

"jika kamu kesakitan, katakan saja, jika kamu ingin menangis, lakukanlah hidupmu adalah milikmu. aku akan sangat senang jika kammu mau bercerita ke aku..." kataku terisak sambil mencoba tersenyum...

setelah mendengar itu, dia terdiam....
aku rasa dia dirawat karena ibunya memukul lagi.aku tahu dia pasti saat ini sangat sedih..

aku sama sekali ngga tau mau apa lagi, akhirnya aku mendapat ide
"ayo kita buat surat!!!! kita tuangkan semua perasaan kita ke dalam kertas!!! aku rasa itu akan menyenangkan... akku jug akan menulis surat... ini kertas dan spidolnya..." kataku sambil mengeluarkan kedua benda itu. 
setelah beberapa lama kami menyelesaikan surat itu, dandia berkata " tolong sampaikan surat ini ke mamaku ok... talong bantu dia, dia ngga salah apa apa..." katanya dengan nada yang bergetar.

"akan aku sampaikan pesan ini... tapi kamuu harus janji untuk cepat sembuh ya.... "
"tenang saja" jawabnya dengan sangat senang.
"ini surat untuk kamu tolong dibaca ya!!~" kataku


setelah itu aku pulang kerumah tapi keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa dia telah meninggalkan dunia. mendengar hal itu aku berlari sekuat tenaga. aku sama sekali tidak ingin dia untuk pergi, tapi aku tau aku harus mengucapkan selamat tinggal.

setibanya disana semua orang menangis tersedusedu kecuali ibunya. dia terlihat sangat angkuh dan kesal, tapi dimatanya seolah dia juga tidak rela melihat anaknya meninggal dunia. aku kesal tapi aku tidak dapat berbuat apa apa, sampai seketika seorang laki laki berteriak

"INI SEMUA ADALAH KESALAHAN KAMU!! KALAU SEANDANYA WAKTUITU ELLY IKUT DENGANKU MUNGKIN SAAT INI DIA AKAN TRSENYUM DAN MASIH BERNAFAS!!!! KAMU MEMANG BENAR BENAR WANITA JAHAT, KEPUTUSANKU SANGAT TEPAT UNTUK MENINGGALKANMU!"

aku kaget, jika Elly mendengar kalimat itu dia pasti akan sangat marah. akhirnya aku berlari kearah mereka dan berteriak
"BISAKAH KALIAN BERHENTI!!!! KASIAN ELLY, OM KUMOHON JANGAN MARAHI MAMANYA ELLY,DIA TIDAK SEPENUHNYA SALAH"

"KAMU ANAK KECIL TAU APA HAH?"
"AKU MEMANG TIDAK TAHU, TAPI ELLY MEMINTAKU UNTUK BERKATA DEMIKIAN... dia... dia bahkan tersenyum saat tubuhnya ppenuh dengan luka..... jika Elly masih hidup mungkin om akan dimarahi olehnya karenatelah menghina mamanya Elly! om tidak tahu betapa sayangnya dia ke mamanya!!!!!!" isakku

lalu semuanya terdiam, dan aku teringat akan surat yang ditulis olehnya. akupun membongkar semua isi tasku dan mengambil amplop ungu. setelah itu aku menyerahkan surat itu ke mamanya. sesaat setelah ddikasih, wanita ittu membuka isinya, dan membaca. 

waktupun berlalu, si mama memanggil laki laki tadi dan menyuruhnya membaca. begitu selesai mereka meneteskan air mata, dan mamanya pun memeluk jasad Elly dengan sangat kencang, dan mulai menyesali perbuatannya.

disaat itulah aku meninggalkan mereka. dan pergi menjauh. 


waktupun berlalu begitucepat dan kini aku telah berubah menjadi remaja seutuhnya, akku masih berusaha untuk menyesuaikan diriku. suatu ketika aku bertemu dengan seseorang wanita yang amat tua. dia memelukku dan menarikku seenaknya.

"Elly.... kamu sudah besar ya..." katanya
"maaf.. namaku liel bukan elly"

wanita itu tertegun sesaat, kemudian dia berkata
"kamu... ah! kamu anak kecil yang punya muka yang sama dengan elly, anak kecil yang selalu main sama elly dulu kan?? kebetulan sekali aku mau mengobrol denganmu"

aku terkejut, tapi tetap tenang. saat itu akubenar benar lupa soal elly, dan aku berniat menolak ajakan wanita itu, tapi akhirnya aku menerima karena kasian. 

kami pun pergi kesuatu restoran, disana di menceritakan betapa dia bodohnya karena telah memukul Elly, dan betapa menyesalnya dia karena tidak menyadari kasih dan senyum elly yang sangat indah, dia juga mengaku bahwa dia melakukan kekerasan itu untuk melampiaskan kebencian akan suaminya ketubuh Elly. dia berkata kalu dia sempat tertegun waktu elly mulai meenghembuskan nafas terakhirnya, elly tersenyum sambil berkata 
"a...aakuu sayang kalian semua, dan aku harap kalian
menjadi satu lagi, ma.. jangan sedih terus ya..
mama harus kuat, ka..an a..dd.a. Ell...i
elly akan selalu mendu...kung ma..m..aa..."

saat aku bertanya kenapa dia hanya memberiku map coklat
dia memintaku untuk menyimpannya dan membukanya saat ada dirumah

tiba dirumah map itu ku buka da mulai ku baca
isinya:
untuk mama....
aku sangat sayang sama mama, aku akan selalu berada disisi mama
meskipun mama selalu jahat ke aku. aku akan selalu tersenyum agar mama bisa senyum kaya dulu lagi..
elly akan selalu cinta mama sampai kapanpun
untuk papa....
maaf aku ngga bisa ikut papa karena mama
ngga mungkin tahan jika sendiri
aku sebenernya ngga mau kalian pisah..
maaf kalo elly telah menyakiti papa
untuk liel
terima kasih karena kamu udah
ngebuka pikiranku lagi
aku harap kita bisa jadi satu keluarga 
dikehidupan berikutnya.

aku ngga bisa ngomong dan seketika aku menangis, entah bahagia atu sedih, tapi kurasa surat yang waktu itu  telah di baca olehnya. aku bener bener bahagia...

dear Elly,
 aku sangat suka dengan senyummu dan aku sangat sedih 
begitu kutahu kalau kamu dirawat 
aku sangat takut
tapi aku ngga mau bikin kamu takut akan kematian
aku harap kamu cepat sembuh
dan aku sangat ingin kamu tersenyum sampai detik terakhirmu

Minggu, 01 Juli 2012

penyendiri

kamu itu tidak akan selamanya bisa sendiri..
karena manusia memang diciptakan untuk saling bersosialisasi
mungkin kamu merasa bahwa dunia mencampakkanmu..
dunia kejam padamu...

tapi apakah kamu sadar? bahwa sebenarnya kamulah yang yang mencampakkan dunia, dan kamu pula yang sebenarnya kejam..

kamu...kamu mencoba untuk kabur dengan menyendiri, kamu juga menyalahkan dunia atas kesalahan yang kamu perbuat.. padahal sebenarnya dunia cuma bergerak mengikutimu, terus mengikutimu tanpa mempedulikan emosi, keegoisan, dan selalu menuruti permintaanmuyang kekanak-kanakan..

apa kamu masih mau terus menyalahkan dunia?

harusnya kamu sadar bahwa kamulah yang membuat dunia terlihat seolah olah membencimu..
sebenarnya kamu tidak benar benar membenci dunia kan?
kamu cuma mau diperhatikan dunia..
kamu mau dunia melihatmu, menyapamu, menyayangimu..


daripada terus bersembunyi di kamar, atau bermain dengan gadget, bergalau galau di situs jejaring sosial..
bagaimana kalau kamu keluar, tersenyum dan mulai menyapa dunia?
aku yakin, walaupun sedikit, tapi pasti akan ada seseorang yang membalas sapaanmu..


ya.. seseorang yang akan menjadi duniamu..
oh ya.. dunia tidak selalu berwujud pacar, atau teman..
dunia bisa berwujud apa saja..
mungkin bisa jadi kakak, adik, mama, papa, tante, om, nenek, kakek, atau sepupu..
bahkan mungkin hewan, tumbuhan, atau barang kesayangan dari seseorang yang spesial..


iya kan? coba pikir pikir lagi siapa yang selalu ada buat kamu saat kamu sedang kesusahan??
a..a..a..jangan coba coba mememberi jawaban seperti "tidak ada yang peduli padaku!!" atau sejenisnya
karena jika hal itu benar-benar terjadi, berarti cuma ada 2 kemungkinan: 

  • kamu membuat orang lain takut dantidak berani mendekatimu
  • kamu mengunci diri dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa
kalau iya, aku cuma bisa bilang 
"please berhenti bersikap seperti itu, 
dan berharap ada orang yang tetap datang kepadamu dan menolongmu, 
karena kita hidup didunia nyata.. bukan di serial drama, novel, komik, anime, ataupun kartun  
di kehidupan nyata, kalau kamu bersikap seperti itu, 
sampai monyet jadi presiden pun tidak akan ada orang yang akan menyapa dan menolongmu. 
jadi dari pada berlarut larut pada kegalauan lebih baik, terus terang.. berkomunikasilah.. 
kalau kamu tidak berani, tunjukkanlah melalu ekspresi, dan gerak tubuh..
pasti berhasil.."



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
kalau tidak berhasil, aku mau kok mendengarkan kamu...
walaupun kita jauh, kita masih bisa saling terhubung lewat blog ini kan?
tulis saja apa yang membuatmu merasa tidak nyaman terserah.. mau lewat mana, aku bisa dihubungi lewat apa saja.. 
facebook?
twitter?
blogger ini?
e-mail?
gimana? sekarang kamu sudah tidak punya alasan untuk benci pada dunia kan?!

sudahlah..berhenti BERGALAU-GALAU RIA dan mulailah terseyum
 
sudahlah tersenyumlah

Jumat, 29 Juni 2012

aku boleh bermimpi kan? chapter 1


“...selamat bagi kalian yang di terima di Sekolah Menengah Atas ini, saya harap kalian dapat meraih mimpi kalian dengan belajar tekun di sekolah ini. Sekian pidato saya..”
“berikutnya sambutan dari...”
Suara MC yang cempreng menglegar di pagi yang panas itu. Hal itu terjadi karena hari ini adalah hari pertama siswa SMAN XY masuk sekaligus hari dimana para anak kelas 10 menjalani MOS, tentu saja sebelum kegiatan itu di mulai para siswa harus mengikuti upaca pembukaan. Upacara dilakukan di gedung serba guna dimana para siswa berdiri sambil mendengarkan celotehan guru, kepsek, ketua OSIS, dan sejenisnya.
“mimpi kah...” ucap seorang gadis.
Flashback~
Siang yang cerah tidak dapat membuat suasana di rumah itu gembira. Banyak orang menangis, kata mama itu karena ada yang meninggal. tapi saat itu Aku ingat persis ada seorang anak yang tidak menangis, tapi anehnya dia gemetaran. Waktu itu aku ikut ke suatu tempat aneh yang penuh batu berbentuk aneh, dan aku melihat seorang nenek dimasukkan kegalam lubang lalu ditimbun tanah. Anak itu tetap diam, padahal yang lain  menangis saat  nenek itu di timbun tanah. Orang semakin sedikit, dan terus berkurang hingga akhirnya aku bilang ke mama kalau aku akan pulang kerumah bersama anak itu.
“Rien.. ayo pulang..”
“Ngga!! Ngga mau!!”
“Rien.. kamu kenapa?”
Aku yang waktu itu tidak tau apa apa cumaterdiam menunggu jawaban dari dia. Anak itu, dia gemetar karena menahan tangis dan tiba tiba dia berbisik.
“itu salahku karena tidakmemberikan pertolongan pertama waktu nenek terjatuh..”
“Terjatuh?” tanyaku
“nenek kena serangan jantung saat bersamaku di taman, tapi aku tidak bisa apa apa!!! Aku Cuma pecundang bodoh!! Aku..aku”
Dan diapun mulai menangis. Aku tidak mengerti apa maksudnya saat itu, tapi entah kenapa aku merasa sangat sedih melihatnya menangis.
“tak apa tak apa” kata gadis kecil itu sambil mengusap kepala bocah laki laki yang sedang menangis.
“menyingkir!!!”
Gadis kecil itu pun terjatuh saat di dorong, tapi dia tidak menangis. Yang dilakukannya malah berdiri di hadapan bocah itu lalu berkata
“ng.. kalau kamu merasa bersalah, kalau begitu jangan di ulangi!!! Itu kata mama waktuaku melakukan kesalahan, jadi sekarang kamu harus bangun dan minta maaf ke nenek.. terus berubah deh..”
“Berubah? Gimana caranya?”
“hmm.. gimana ya... kamu tahu siapa yang bisa membuat nenekmu lebih baik saat penyakitnya kambuh?”
“ biasanya nenek pergi ke dokter kalau obatnya abis..”
“kalau gitu kamu jadi dokter aja!!! kamu bisa nolong nenek orang lain yang kena penyakit yang sama, dan bikin mereka sembuh! Jadi nanti ngga ada orang yang sedih lagi..”
“tapi jadi dokter kan susah..”
“kalau gitu Milian juga ikut jadi dokter aja! Jadi Milian bisa bantuin kamu. Gimana?”
Bocah itu tampaknya menimbang nimbang tawaran gadis kecil yang berusaha menyemangatinya. Dia menutup matanya sambil berkacak pinggang, seolah berpikir keras dan akhirnya dia mengangkat kepala dan berkata sambil tersipu sipu
“janji ya..”
“oke!! Janji..”
~ > á´¥ < ~ > á´¥ < ~
“oi.. Milian!!! Bumi kepada Milian!!! Bumi kepada Milian”
“akh! Sori aku keasikan ngelamun.. lho anak yang lain kemana?” tanya gadis itu sambil clingak clinguk kesana kemari
Para gadis yang lain tertawa melihat tingkah konyol yang dilakukan temannya itu.
“upacara udah selesai, sekarang waktunya ke papan pengumuman untuk lihat dimana kelas kita.. kamu ngelamun aja sih dari tadi!!! Ayo cepet kita berangkat, bisa gaswat kalo ketauan masih disini...”
Merekapun berlari keluar gedung serba guna dan segera menuju papan pengumuman. Saat sampai disana mereka cukup terkejut karena papan itu sudsah sangat penuh sesak, karena banyaknya siswa baru yang belummengetahui dimana kelasnya berada. Saat salah satu dari mereka mencoba menembus barikade manusia manusia itu, dia terlempar.
“aah... susah banget sih!!!” ujar salah satu dari mereka
“oh iya, Btw si Milian kemana? Jangan bilang dia ketinggalan..”
Tiba tiba seseorang keluar dari kerumunan itu sambil berkacak pinggang dan berkata
“ kalian semua di kelas C!!” kata Milian
“yey!!! Kita sekelas semua!!”
“IYA!~ semuanya kecuali aku..” katanya dengan bangga “aku masuk dikelas B hohohoho~ yaudah aku pergi dulu ya bye..”
Milian pun pergi meninggalkan mereka dan segera menuju kelasnya.
ngga sia sia aku belajar sampe nangis nangis waktu itu. Oh ya aku Milian yang mulai saat ini resmi menjadi anak SMA. Aku punya mimpi, well mimnya standar sih yaitu jadi dokter. Aku udah mimpiin itu dari umur 5 tahun. Alasan aku memipmpikan profesi itu sebenarnya ada 2, yang pertama rahasia, sedangkan yang kedua karena aku mau menyemangati mimpi teman kecilku.
“oi! Jangan berdiri di depan pintu! Ngalangin orang yang maumasuk tau!! Menyingkir sana!” kata seorang cowo.
Milian yang waktu itu sedang melamun sontak terkejut, namun tetap menjaga ekspresi tenangnya.
“apaan sih!!”
“kok apaan sih?? Kamu itu bikin aku ngga bisa masuk dasar aneh” kata cowo tadi
“Hei kamu ngajak berantemya?”
Tapi tiba tiba terdengar suara sepatu yang biasanya di kenakan oleh guru, dan para siswa pun secara naluri kembali tempat duduk masing masing dan kelaspun dimulai. Seperti SMA pada umumnya, para siswa kelas X harus mengikuti MOS. Setelah perkenalan dan pembuatan nametag dari karton siswa akan menjalani masa “dineraka” selama seminggu full. Setelah mendengarkan intruksi, siswa pun diharuskan kelapangan.
“baiklah!! Aku harus  semangat!” ujar Milian sambil berjalan
Namun tiba tiba seseorang  berkata dengan nada mengejek tanpa ekspresi.
“sepertinya suatu hal yang luar biasa kembali mengejutkanku.. aku masih tidak percaya,kamu bisa masuk kelas B, aku pikir kamu bakal masuk kelas F”
“setidaknya aku sudah berusaha keras untuk bisa masuk, tidak seperti seseorang yang bisa dengan mudahnya masuk ke kelas A seperti membalikkan telapak tangan”
“sudahlah katakan saja kalau kamu iri padaku... hei seharusnya kamu berterima kasih padaku karena sudah mengajarimu tau!!”
Cowo itu namanya Rien, dia itu otaknya encer, tapi menyebalkan. Kata para guru, anak itu bisa jadi apa aja Cuma dengan mengeluarkan sedikit keringat. Dia teman masa kecilku.
“ah! Aku duluan ya nona tidaktaurasaterimakasihkarenaudahdiajarinmatimatian” ejeknya lagi.
Liatin aja nanti aku pasti bakal bikin kamu bertekuk lutut.
MOS pun dimulai, seluruh siswa kelas X merasa sangat ketakutan, kelelahan, dan kesal karena perlakuan kakak panitia. Bagiku hal ini ngga terlalu penting, yang penting adalah mengejar impianku itu.
“baiklah!!! Sekarang kalian berkumpul sesuai kelompok masing masing!!!” teriak ketua panitia
Semua anak sibuk berlari mencari kelompok masing masing, beberapa dari mereka bahkan berteriak memanggil nama kelompok untuk mempermudah menemukan anggota. Setelah semua kelompok berkumpul, MOS pun resmi dibuka.
Setiap kelompok memiliki 3 kakak panitia untuk memimpin mereka dan setiap kakak panitia memiliki “SIMAK”*Surat Ijin Mengerjai Adik Kelas
Selama MOS berlangsung para siswa dilarang keras menentang panitia, dan panitia berhak memberikan perintah apapun.
Baru 1 jam berlangsungnya MOS, tapi Cuma tinggal beberapaa puluh yang masih sanggup, sedangkan sisanya, ada yang masuk UKS, dan yang lain keringetan hebat. Melihat keadaan seperti itu, akhirnya ketua panitia memberikan istirahat untuk semuanya.
Saat pengumuman istirahat dikumandangkan, anak anak langsung semangat lagi, dan dengan secepat kilat kembali ke kelas masing masing untuk mengambil makan siang beserta minumnya.
Milian kembali ke kelasnya untuk mengambil makanan. Namun tiba tiba Rien berdiri di depan pintu kelasnya mengunakan topeng gorila. Milian yang saat itu sedang asik melamun terkejut setengah mati, dan menonjok Rien tepat di perutnya.
“AWW! Sakit tau!!” kata Rien sambil melepas topengnya
“siapa suruh pake topeng kaya gitu... kalo mau nakut nakutin lain kali mikir dulu 2 eh.. maksudku 100 kali sebelum melancarkannya...”
“mau makan bareng? Mamaku masakin sesuatu yang baru lho... enak deh...”
“ok~”
Mereka pun pergi berdua ke lapangan. Saat itu banyak banyak orang berseliweran di lorong dan tanpa disengaja, Milian mendengar suatu percakapan
“dasar cewe ngga punya malu hihihi.. jangan ngesok deh mentang mentang bisa masuk kelas B”
“haha namanya aja udah ngesok gitu apa lagi orangnya? Iya kan?! Haha”
“haha”
Milian tiba tiba terdiam, dan dengan reflek dia menengok kearah belakang. Milian menatap sekelompok gadis yang tengah tertawa itu dan sekelompok gadis itu membalas tatapan Milian dengan pelototan tajam. Sontak Milian terkejut ketakutan.
“oi.. Mili? Ada apa?” tanya Rien begitu sadar bahwa gadis itu berhenti tiba tiba dan memperlihatkan ekspresi ketakutan.
Terkejut dengan perubahan ekspresi Milian, Rien pun secara diam diam mencoba mencari apa yang dilihat oleh gadis itu dengan matanya. Setelah menemukan apa yang membuat temannya itu ketakutan, Rien terseyum samar.
“oh...” bisiknya dengan ekspresi kejam.
“En? Kenapa?? Mukamu sama menyeramkannya dengan topeng gorila yang kamu bawa..
“hmm? Hah? Masa sih.. mana mungkin wajah tampanku ini mirip dengan gorila?! Kamu ngajak berantem ya?” katanya sambil mencubit pipi Milian.
“oh iya kok kamu pake topeng gorila?”
“oh ini.. kakak panitia yang menyuruhku memakainya. Katanya kalau aku ngga pakai mereka bakal kesulitan...”
“maksudnya?”
“Aku juga ngga ngerti maksudnya, waktu aku nanya, mereka senyum senyum ngga jelas”
“oh..”
“ah!! Tadinya aku disuruh pakai topeng kucing, tapi kakak panitia yang cowo ngga setuju, terus mereka berantem..”
“te..rus?”
Kayanya aku mulai ngerti maksudnya..
“tiba tiba ketua panitia dateng bawa topeng gorila, terus mereka nyuruh aku milih mana yang harus aku pakai, yaudah aku milih gorila! Aku suka gorila!!”
“hmm biar aku tebak~ pasti kakak panitia yang cewe kecewa berat..”
“ kok tau?”
Milian Cuma tersenyum. Sudah kuduga, tujuan dia make topeng itu adalah untuk menyembunyikan pheromonnya. Ketua panitianya cerdas juga. Kasian.. untung aja dia polos. Pantesan dulu nenek over protective ke dia, ternyata.. kenapa aku baru sadar sekarang ya? Baiklah nek... akan kuteruskan perjuanganmu itu...






~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ini baru chapter 1 nanti perkenalan tokoh bakal aku buat setelah aku mendapatkan Grapic tablet ok?!

Rabu, 22 Desember 2010

Kamar Nomor 13

sebenernya ini ini tugas bahasa saya tapi sayapenasaran sama karya saya sendiri yang diadaptsikan dari novel (walaupun isinya beda jauh sama isi novel yang aslinya) tapi semoga kalian terhibur dengan karya saya dan jika bisa tolong tuliskan pesan dan kesan kalian ya...
please enjoy it^^

Sebuah ruangan terdiri dari beberapa kamar. Cahaya redup. Seorang remaja lewat sambil merenung. Tiba tiba terdengar suara, yang sebenarnya suara hatinya sendiri.
Suara Gaib: Ah kamu jangan percaya dengan namanya angka sial. Yang ada itu Cuma perasaan pengecut kamu saja. Lihat tidak ada yang aneh kan?
Lynn: (bergumam sendiri) ya, benar. ternyata dikota yang sudah maju seprti ini masih juga ada yang percaya dengan takhayul. Heran juga, kenapa kamar 13 ini, kok, tidak pernah dibuka? Teman teman juga takut, bahkan tidak berani untuk berdiri didepannya! Rasanya kok, aku tak tahan untuk menyelidikinya (dengan clingak clinguk dilangkahkan kaki kekamar yang berlabel ‘’13’’ diputarnya gagang pintu.)
Lynn: Terkunci!
Tiba tiba, muncul seorang wanita setengah baya. Badannya gemuk. Dengan nada gusar ia membentak Lynn.
Ibu Kos: Hei!! sudah kubilang, jangan dekat dekat kamar itu!
Lynn: Hah?! (kaget) Eh…tante…apa kabar? Tante diet ya? kok jadi langsing…
Ibu Kos: Yang benar? Kamu ini tahu saja (tersipu malu lalu tersadar) Enak saja! Sedang apa kamu di depan kamar itu?
Lynn: Hah!? Ini? Oh maaf saya salah masuk kamar. ehehe (alasan)
Ibu Kos: Oh. Hey tunggu Lynn, ini untukmu, tadi tukang pos menitipkan surat untukmu.
Setelah itu lynn menerima secarik amplop kecil dan segera masuk kamar. namun tiba tiba tiba Lynn melihat seorang gadis kecil mencurigakan.
Lynn: Hei!!! Siapa disana!!!
Suara Gaib: sepertinya mirip dengan Rena
Lynn: ya…benar. Sudahlah lebih baik aku membaca surat saja…
Lalu dia masuk kamar, membuka amplop itu dan memulai membacanya
isinya( Aileen): Lynn… ini aku Aileen. besok aku mau ke tempatnu bersama dengan Vawn. Tenang saja aku sudah memesan kamar ke Tante Elspeth (ibu kos) hehe sudah dulu ya… sampai besok….
Setelah membacanya Lynn memiliki ide bagus. Lynn teringat bahwa Aileen sangat disukai tante Elspeth si ibu kos jadi Lynn menyusun rencana.

Keesokan harinya Aileen dan Vawn sudah sampai. Mereka disambut hangat oleh tante Elspeth.
ibu kos: Aileen, Vawn mari aku antar ke ruangan tempat kalian menginap.
Aileen: Terima kasih tante, tante memang sangat baik dan cantik.
Ibu kos: Ah bisa saja kamu..
Lynn: Hai Aileen..Vawn…lama tak jumpa, bagaimana kabar kalian?
Ibu kos: Lynn pergilah. Kamu tidak tahu betapa lelahnya mereka?
Lynn: Ya..ya..ya aku tahu. sebelumnya aku mau mengatakan sesuatu hal pada Vawn dan Aileen.
Lalu Lynn membisikkan rencana yang telah disusunnya semalam kepada Aileen dan Vawn.
Lynn: Bagaimana? Nanti malam ya jam 22.00 aku tunggu (sambil berlari menjauh)
malam pun tiba. Lynn dan teman temannya akan menjalankan rencana yang telah dibuatnya. Mereka bertiga keluar menggunakan pakaian berwarna hitam lalu beranjak ke kamar nomor 13.
Lynn: kamu buka kuncinya dan kau lihat keadaan.
Aileen dan Vawn: oke..
Aileen: Sebentar… Sepertinya hanya kamu saja yang tidak punya tugas
Vawn: Iya…aku ingin tahu apa tugasmu..
Lynn: Aku… aku kan ketua. Jadi tugasku hanya memerintah kalian saja hehehehe
Vawn: Sejak kapan kamu jadi ketua? (dengan nada sinis)
Lynn: Pertanyaan yang bagus… Aku jadi ketua sejak tadi (dengan muka tanpa dosa)
Aileen: Sepertinya harus kita beri pelajaran
Vawn: Benar sekali..
Lynn: Wwwwaaaaa
Setelah mereka menyelesaikan pertengkaran, mereka pun melanjutkan misi.
Aileen: Oke tugasku selesai, bolehkah aku pergi sekarang.
Lynn: Terserah kamu. Kalau pergi, pergilah sana hush…hush…
Tak lama setelah Aileen pergi, Ibu kos datang dan membentak mereka berdua
Ibu kos: Sedang apa kalian disini? Kembali keruangan kalian!!!! S-E-K-A-R-A-N-G!!!! (dengan rambut berantakan)
Lynn & Vawn: Hah?! hehehe…1…2…3….kabur!!!!!!
Mereka lalu lari tunggang langgang karena ibu kos berteriak bagaikan kuntilanak.

Keesokan harinya Lynn melihat Vawn dan Aileen membicarakan sesuatu.
Vawn: oke Aileen?
Aileen: Mari laksanakan. Hei…itu Lynn, ayo jalankan misi. Aku akan pergi ke tante    Elspeth sampai nanti..
Lynn: Hei Vawn…sedang apa?
Vawn: Eh…mnn…hei nanti malam jadi tidak?
Lynn: Jadi. Nanti malam jam 24.00 ya.. Jangan lupa ajak aileen...nanti ngambek lagi
Vawn: Oke tenang saja. Aku pergi dulu ya ada janji dengan seseorang…daag..
Lynn : Kalau begitu aku juga akan meyusun rencana.
Begitu Lynn sampai di kamarnya dia menemukan secarik kertas yang pinggirannya terbakar dengan tulisan berwarna merah darah.
Lynn: apa ini? akan aku baca.
Suara Gaib: Hai kau berani sekali kamu mengganggu  aku. Kamu harus dihukum, dan hukumannya adalah KEMATIAN. Kamu akan aku beri tantangan. Tantangannya adalah selamatkan teman temanmu agar tidak kubunuh. Jika kamu gagal maka kedua mayat teman temanmulah yang akan membunuhmu.
Lynn: hah?!
Lalu Lynn menelpon kedua temannya, dan menyuruh mereka datang kekamar lynn.

Di kamar Lynn….
Aileen dan Vawn: Lynn…Lynn kamu kenapa?
Lynn: Baca saja itu…
Lalu Vawn mengambil secarik kertas dan berkata
Vawn: kamu pasti bercanda!
Aileen: iya kamu pasti bercanda!
Suara gaib: jangan sampai mereka tahu.. Akan bahaya kalau mereka tahu!!
Lynn: Ya… kau benar..
Aileen: apa maksudnya dengan ini? (sambil menunjukkan selebaran kertas berisi gambar gambar lama lynn)
Lynn: hah?! I..iy..iya.. aku hanya bercanda hehehe (spontan)
Lalu mereka kembali ke kamar masing masing.
Selang beberapa menit aileen berteriak keras sekali lalu Lynn segera pergi kearah teriakan Aileen.
Lynn: leen ada apa?
Aileen: i…it…itu..(lalu menunjuk)
Lynn: ya…ampun… OH TIDAK….
Suara Gaib: Sial hantu itu sudah memulai tantangannya. Sepertinya kita harus menjaga Aileen sebelum dia dibunuh oleh hantu itu…
Lynn: Ya benar sekali!!
Ibu kos: Ada apa ini! Mengapa kamu berisik sekali?!
Lynn: A..a..ada yang dibunuh..
Rena: Tidak ada apapun di sana..
Lynn: Ren sejak kapan kamu disana?
Rena: Sejak tadi aku ada dibalik tante Elspeth
Lynn: Hhmm…sampai mana tadi kita?! Oh ya ampun mayatnya hilang!
Ibu kos: Kamu ngelindur ya?! lebih baik tidur sana!!
Lynn: Ta…tap…tapi…
Rena: Sudah sana tidur!!
Lynn: Sejak kapan kamu punya hak untuk memerintah aku?
Ibu kos: ehem…
Lynn: Apa?! sakit tenggorokan? Berobat saja sekarang
Rena: Benar tante sebelum tterlambat
Lynn: Rena kenapa?
Ibu kos: RENA, LYNN PERGI TIDUR SANA!!!! (marah marah)
Rena: katanya sakit tenggorokan..
Ibu kos: Rena!!!! Tidur!!!
Rena: A..aa…aaa.. ba..ba..baik..
Lalu Lynn dan Rena kembali kekamar masing masing.
Keesokan harinya tepatnya saat sore menjelang malam Lynn kembali melihat temannya meninggal, dan kini temannya meningal tepat didepan kamar nomor 13.
Lynn: Aileen..ai…Aileen…Aaaarrrrrrggg!!!!
Ibu kos: Ada apa lagi sekarang!! Kamu sepertinya mabuk ya?! Lebih baik kamu minum air dan segera masuk kamar!!!
Lynn: Ba..ba…baik..
Begitu masuk kamar HP Lynn berbunyi
Lynn: Halo?
Aileen: Kenapa kamu membiarkan kami mati (dengan suara nyaring dan melengking)
Vawn: Kenapa kamu tidak melindungi kami (dengan suara nyaring dan melengking)
Aileen dan Vawn: Kini kami akan menjemput kamu hihihi… Kita sahabatkan?
Tiba tiba lampu mati pintu dibuka dengan paksa dan 2 orang masuk dan menarik Lynn ke kamar nomor 13. Didepan kamar nomor 13.
Lynn: Ma..mau.. apa kalian? (ketakutan)
Aileen dan Vawn: Kini kami akan menjemput kamu untuk…
Lalu membuka pintu kamar 13 dan dari dalam tedengar suara…
Aileen, Vawn, Ren & ibu kos: kejutan!!!!!
Lynn: TIDAK!!!! Hah?! Apa?
Semua (kecuali Lynn): Selamat Ulang Tahun Lynn!
Lynn: Jadi ini…hanya bohongan?!
Rena: Ya
Ibu kos: Sebenarnya kamar ini sedang direnovasi jadi terkadang terdengar suara suara yang aneh.
Lynn: Kalian jahat! Hal ini tidak akan pernah kulupakan!!
Rena: Yakin?! Padahal disini banyak makanan lezat
Lynn: Ah…kalau soal makanan lain lagi masalahnya
semua: Hahahahaha dasar Lynn