Selasa, 07 Mei 2013

just a lil' words

aku terlahir tanpa mengalami kecacatan...
aku sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam melakukan apapun. aku tergolong anak yang cepat tanggap dalam mempelajari sesuatu, dan orang mengenalku sebagai anak yang ceria dan sedikit aneh. Aku juga memiliki muka yang lumayan manis, dan aku pandai dalam berbicara. semua orang mengenalku sebagai anak yang energik, ramah, aneh. mereka semua selalu mengandalku disaat tertentu.

tapi ada satu sifat yang sama sekali tidak mereka ketahui. Aku sendiri tidak yakin dengan hal ini tapi entah mengapa aku tidak dapat mengatakan apakah sifat ini positif atau negatif...
Aku selalu dapat menampilkan sesuatu dengan maksimal, mereka memandangku dan menganggapku sebagai anak rajin dan dapat sukses jika mau belajar lebih tekun.

kenyataannya, aku adalah anak pemalas yang paling suka merenung. aku selalu iri dengan orang lain, dan terkadang aku membenci diriku sendiri. sebenarnya aku kurang yakin akan hal ini tapi mungkin hal ini berawal saat aku mulai mengenal dunia.

aku belajar mengenai dunia dengan pengelihatanku. saat itu umurku baru 3 tahun, dan aky sangat suka dengan dongeng. biasanya aku menonton film mengenai putri raja, dari situlah aku mulai berpikir bahwa dunia nyata sama dengan dongeng.

tapi pikiran itu lenyap saat aku mulai mengenal sekolah. ditaman kanak kanak aku mempelajarri berbagai hal yang sangat jauh berbeda dari semua bayangan fantasiku mengenai dongeng yang kutonton satu tahun yang lalu. di TK aku belajar bahwa
"orang lemah akan selalu ditindas" 
"orang terkayalah yang akan memiliki banyak teman"
"jika kamu tidak disukai oleh seseorang yang berkuasa disana karena kelebihanmu, kamu harus siap untuk di benci semua orang"
"jika kamu bodoh,  uang jajanmu akan dihabiskan oleh pembantumu"
"kecurangan adalah cara terbaik untuk mendapatkan nilai A+"

entah munkin karena aku terlalu jujur, akhirnnya aku mengungkapkan semua yang ku pelajari ke teman temanku, dan akhirnya aku dibenci oleh mereka semua termasuk para orang tua. dari situlah aku mulai terbiasa main sendiri, dan memohon kepada orang tuaku agar dapat memegang sendiri uang jajanku.

Di TK biasanya anak laki laki akan membully diriku sedangkan yang perempuan menjauhiku bahkan teman sepermaiinanku kkun ikut membullyku. agar aku tidak di bully biasanya aku main di belakang gedung. sendirian atau mendengarkan para mbak (sebutan pengasuh/pembantu rumah tangga) membicarakan suatu hal yang sangat aneh.

saat itu aku tidak mengerti artinya sakit, atau kesepian, jadi terkadang aku akan berbicara dan main bersama binatang. saat aku naik kelas, aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip denganku. aku sama sekali tidak tahu namanya, tapi dia sangat menyenangkan untuk diajak main.

biasanya kami main berdua, naik ayunan, pergi jajan bareng. main tanah dan sebagainya. setiap kali aku bertemudengannya dia selalu terlihat tersenyum. mukanya sangat bercahawa saat tersenyum dan itu membuatku ingin tersenyum juga.

yang membuatku tidak dapat melupakannya adalah pelajaran berhaga yang diberikannya untuk mengubah pola pikirku.

saat itu kami main ayunan sambil berdiri. dan tiba tibadia jatuh tersungkur. saat itu dia tersenyum untuk memberi isyarat bahwa dia baik baik saja. tapi senyum itu hilang saat seorang wanita setengah baya mendatanginya dang mulai marah marah. wanita tua itu mencubit dia dengan sangat keras sambil berkata

"sakitkan?? ayo nangis!!! sudah tau bahaya kenapa masih tetap dilakukan!!!! sini mamah bikin kamu tambahh sakit biar kamu puas!!! ayo nangis yang kenceng!!!"

wanita itu terus mencubit dan membuat temanku menangis sangat kencang.
seketika banyak ibu iibu yang mengkerubungi mereka berdua. ada beberapa ibu ibu yang berkata

"bu jangan di pukul anaknya.... kasian dia..."
"biarin aja biar dia tau rasa!!!!" jawab wanita setengah baya itu sambil mencubit gadis kecil yang tak berdaya itu

setelah mendengar hal itu ibu tadi berhenti bicara dan kembali ke dalam kerumunan. saat itu aku mendengar yang lain berkata seperti ini
 
"kasian ya anak itu dipukul terus sama ibunya" tapi mereka sama sekali tidak melakukan apapun

saat itu, aku berpikir kenapa mereka diam saja. bukankah seharusnya mereka membantu anak itu? aku yang kebingungan akhinya lali menjauh dan pergi ke belakang gedung untuk menyendiri.

saat akhirnya wanita setengah baya itu puas mencubit, si anak pun akhirnya berhenti menangis. saat si anak berusaha bangun dia terjatuh, tapi akhirnya berhasil bangun dan pergi mencari seseorang. dia agak kesakitan, tapi tetap memaksakaan diri berdiri dan pergi mengitari gedung sampai akhirnya dia tersenyum dan berkata

"akhirnya aku menemukanmu..." sambil berlari dan memelukku

saat itu aku kaget karena dia berkata dengan nada yang penuh keceriaan padahal tubuhnya dipenuhioleh luka dan lebam bekas cubitan.

"kamu ngga apa apa?" tanyaku
"iya.. aku baik baik saja"
"tapi tadi kamu menangis sangat kencang karena di cubit nenek sihir itu!!"
"hei!! jangan berani kamu menghina ibuku!" jawabnya dengan penuh amarah
"mungkin dia memang sedikit kasar, tapi dia tetap ibuku, dan aku sayang dia. lagi ppula aku sudah terbiasa kok. ini juga semuua salah aku yang kurang berhati hati" katanya lagi dengan nada yang sedikit lebih lembut.

kali ini aku agak kaget. kenapa dia bisa tersenyum tulus saat ada seseorang yang menyiksa dia? kalau itu aku , aku pasti akan menggigit mereka"

"haha... kamu tau... TERSENYUM selalu membuat suasana menjadi lebih baik, bahkan ketika kita merasa kesakitan. menangis memang wajar, tapi itu bukan solusi terbaik.." katanya sambil tersenyum.

saat itu aku sangat terpesona mengenai kalimatnya, dan akhirnya kami menjadi teman baik, walau akhirnya kami berpisah karena suatu takdir.

saat itu aku kelas 2 SD dan dia sedang dirawat dirumah sakit. Akupun pergi untuk menjenguknya. Saat pintu kubuka aku melihat badannya penuh dengan balutan, dia sedang berusaha menahan rasa sakit. aku mendatanginya dengan wajah yang super cemas.

saat tiba dia tersenyum padaku. dia berkata
"hei.. ada apa dengan wajahmu? ayolah ini bukan masalah besar..." katanya.

aku membaca papan di tempat tidurnya

"RUSAK ORGAN DALAM, PATAH TULANG, DAN GEGAR OTAK BERAT"

meski ngga tahu artinya tapi aku tahu bahwa dia kesakitan. aku semakin sedih ketika melihatnya malah tersenyum lebar kepadaku dan berkata "aku baik baik saja" seakan dia hanya terkena luka gores. aku benar benar tidak tahan, akhirnya aku berkata

"jika kamu kesakitan, katakan saja, jika kamu ingin menangis, lakukanlah hidupmu adalah milikmu. aku akan sangat senang jika kammu mau bercerita ke aku..." kataku terisak sambil mencoba tersenyum...

setelah mendengar itu, dia terdiam....
aku rasa dia dirawat karena ibunya memukul lagi.aku tahu dia pasti saat ini sangat sedih..

aku sama sekali ngga tau mau apa lagi, akhirnya aku mendapat ide
"ayo kita buat surat!!!! kita tuangkan semua perasaan kita ke dalam kertas!!! aku rasa itu akan menyenangkan... akku jug akan menulis surat... ini kertas dan spidolnya..." kataku sambil mengeluarkan kedua benda itu. 
setelah beberapa lama kami menyelesaikan surat itu, dandia berkata " tolong sampaikan surat ini ke mamaku ok... talong bantu dia, dia ngga salah apa apa..." katanya dengan nada yang bergetar.

"akan aku sampaikan pesan ini... tapi kamuu harus janji untuk cepat sembuh ya.... "
"tenang saja" jawabnya dengan sangat senang.
"ini surat untuk kamu tolong dibaca ya!!~" kataku


setelah itu aku pulang kerumah tapi keesokan harinya aku mendapat kabar bahwa dia telah meninggalkan dunia. mendengar hal itu aku berlari sekuat tenaga. aku sama sekali tidak ingin dia untuk pergi, tapi aku tau aku harus mengucapkan selamat tinggal.

setibanya disana semua orang menangis tersedusedu kecuali ibunya. dia terlihat sangat angkuh dan kesal, tapi dimatanya seolah dia juga tidak rela melihat anaknya meninggal dunia. aku kesal tapi aku tidak dapat berbuat apa apa, sampai seketika seorang laki laki berteriak

"INI SEMUA ADALAH KESALAHAN KAMU!! KALAU SEANDANYA WAKTUITU ELLY IKUT DENGANKU MUNGKIN SAAT INI DIA AKAN TRSENYUM DAN MASIH BERNAFAS!!!! KAMU MEMANG BENAR BENAR WANITA JAHAT, KEPUTUSANKU SANGAT TEPAT UNTUK MENINGGALKANMU!"

aku kaget, jika Elly mendengar kalimat itu dia pasti akan sangat marah. akhirnya aku berlari kearah mereka dan berteriak
"BISAKAH KALIAN BERHENTI!!!! KASIAN ELLY, OM KUMOHON JANGAN MARAHI MAMANYA ELLY,DIA TIDAK SEPENUHNYA SALAH"

"KAMU ANAK KECIL TAU APA HAH?"
"AKU MEMANG TIDAK TAHU, TAPI ELLY MEMINTAKU UNTUK BERKATA DEMIKIAN... dia... dia bahkan tersenyum saat tubuhnya ppenuh dengan luka..... jika Elly masih hidup mungkin om akan dimarahi olehnya karenatelah menghina mamanya Elly! om tidak tahu betapa sayangnya dia ke mamanya!!!!!!" isakku

lalu semuanya terdiam, dan aku teringat akan surat yang ditulis olehnya. akupun membongkar semua isi tasku dan mengambil amplop ungu. setelah itu aku menyerahkan surat itu ke mamanya. sesaat setelah ddikasih, wanita ittu membuka isinya, dan membaca. 

waktupun berlalu, si mama memanggil laki laki tadi dan menyuruhnya membaca. begitu selesai mereka meneteskan air mata, dan mamanya pun memeluk jasad Elly dengan sangat kencang, dan mulai menyesali perbuatannya.

disaat itulah aku meninggalkan mereka. dan pergi menjauh. 


waktupun berlalu begitucepat dan kini aku telah berubah menjadi remaja seutuhnya, akku masih berusaha untuk menyesuaikan diriku. suatu ketika aku bertemu dengan seseorang wanita yang amat tua. dia memelukku dan menarikku seenaknya.

"Elly.... kamu sudah besar ya..." katanya
"maaf.. namaku liel bukan elly"

wanita itu tertegun sesaat, kemudian dia berkata
"kamu... ah! kamu anak kecil yang punya muka yang sama dengan elly, anak kecil yang selalu main sama elly dulu kan?? kebetulan sekali aku mau mengobrol denganmu"

aku terkejut, tapi tetap tenang. saat itu akubenar benar lupa soal elly, dan aku berniat menolak ajakan wanita itu, tapi akhirnya aku menerima karena kasian. 

kami pun pergi kesuatu restoran, disana di menceritakan betapa dia bodohnya karena telah memukul Elly, dan betapa menyesalnya dia karena tidak menyadari kasih dan senyum elly yang sangat indah, dia juga mengaku bahwa dia melakukan kekerasan itu untuk melampiaskan kebencian akan suaminya ketubuh Elly. dia berkata kalu dia sempat tertegun waktu elly mulai meenghembuskan nafas terakhirnya, elly tersenyum sambil berkata 
"a...aakuu sayang kalian semua, dan aku harap kalian
menjadi satu lagi, ma.. jangan sedih terus ya..
mama harus kuat, ka..an a..dd.a. Ell...i
elly akan selalu mendu...kung ma..m..aa..."

saat aku bertanya kenapa dia hanya memberiku map coklat
dia memintaku untuk menyimpannya dan membukanya saat ada dirumah

tiba dirumah map itu ku buka da mulai ku baca
isinya:
untuk mama....
aku sangat sayang sama mama, aku akan selalu berada disisi mama
meskipun mama selalu jahat ke aku. aku akan selalu tersenyum agar mama bisa senyum kaya dulu lagi..
elly akan selalu cinta mama sampai kapanpun
untuk papa....
maaf aku ngga bisa ikut papa karena mama
ngga mungkin tahan jika sendiri
aku sebenernya ngga mau kalian pisah..
maaf kalo elly telah menyakiti papa
untuk liel
terima kasih karena kamu udah
ngebuka pikiranku lagi
aku harap kita bisa jadi satu keluarga 
dikehidupan berikutnya.

aku ngga bisa ngomong dan seketika aku menangis, entah bahagia atu sedih, tapi kurasa surat yang waktu itu  telah di baca olehnya. aku bener bener bahagia...

dear Elly,
 aku sangat suka dengan senyummu dan aku sangat sedih 
begitu kutahu kalau kamu dirawat 
aku sangat takut
tapi aku ngga mau bikin kamu takut akan kematian
aku harap kamu cepat sembuh
dan aku sangat ingin kamu tersenyum sampai detik terakhirmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar