Jumat, 29 Juni 2012

aku boleh bermimpi kan? chapter 1


“...selamat bagi kalian yang di terima di Sekolah Menengah Atas ini, saya harap kalian dapat meraih mimpi kalian dengan belajar tekun di sekolah ini. Sekian pidato saya..”
“berikutnya sambutan dari...”
Suara MC yang cempreng menglegar di pagi yang panas itu. Hal itu terjadi karena hari ini adalah hari pertama siswa SMAN XY masuk sekaligus hari dimana para anak kelas 10 menjalani MOS, tentu saja sebelum kegiatan itu di mulai para siswa harus mengikuti upaca pembukaan. Upacara dilakukan di gedung serba guna dimana para siswa berdiri sambil mendengarkan celotehan guru, kepsek, ketua OSIS, dan sejenisnya.
“mimpi kah...” ucap seorang gadis.
Flashback~
Siang yang cerah tidak dapat membuat suasana di rumah itu gembira. Banyak orang menangis, kata mama itu karena ada yang meninggal. tapi saat itu Aku ingat persis ada seorang anak yang tidak menangis, tapi anehnya dia gemetaran. Waktu itu aku ikut ke suatu tempat aneh yang penuh batu berbentuk aneh, dan aku melihat seorang nenek dimasukkan kegalam lubang lalu ditimbun tanah. Anak itu tetap diam, padahal yang lain  menangis saat  nenek itu di timbun tanah. Orang semakin sedikit, dan terus berkurang hingga akhirnya aku bilang ke mama kalau aku akan pulang kerumah bersama anak itu.
“Rien.. ayo pulang..”
“Ngga!! Ngga mau!!”
“Rien.. kamu kenapa?”
Aku yang waktu itu tidak tau apa apa cumaterdiam menunggu jawaban dari dia. Anak itu, dia gemetar karena menahan tangis dan tiba tiba dia berbisik.
“itu salahku karena tidakmemberikan pertolongan pertama waktu nenek terjatuh..”
“Terjatuh?” tanyaku
“nenek kena serangan jantung saat bersamaku di taman, tapi aku tidak bisa apa apa!!! Aku Cuma pecundang bodoh!! Aku..aku”
Dan diapun mulai menangis. Aku tidak mengerti apa maksudnya saat itu, tapi entah kenapa aku merasa sangat sedih melihatnya menangis.
“tak apa tak apa” kata gadis kecil itu sambil mengusap kepala bocah laki laki yang sedang menangis.
“menyingkir!!!”
Gadis kecil itu pun terjatuh saat di dorong, tapi dia tidak menangis. Yang dilakukannya malah berdiri di hadapan bocah itu lalu berkata
“ng.. kalau kamu merasa bersalah, kalau begitu jangan di ulangi!!! Itu kata mama waktuaku melakukan kesalahan, jadi sekarang kamu harus bangun dan minta maaf ke nenek.. terus berubah deh..”
“Berubah? Gimana caranya?”
“hmm.. gimana ya... kamu tahu siapa yang bisa membuat nenekmu lebih baik saat penyakitnya kambuh?”
“ biasanya nenek pergi ke dokter kalau obatnya abis..”
“kalau gitu kamu jadi dokter aja!!! kamu bisa nolong nenek orang lain yang kena penyakit yang sama, dan bikin mereka sembuh! Jadi nanti ngga ada orang yang sedih lagi..”
“tapi jadi dokter kan susah..”
“kalau gitu Milian juga ikut jadi dokter aja! Jadi Milian bisa bantuin kamu. Gimana?”
Bocah itu tampaknya menimbang nimbang tawaran gadis kecil yang berusaha menyemangatinya. Dia menutup matanya sambil berkacak pinggang, seolah berpikir keras dan akhirnya dia mengangkat kepala dan berkata sambil tersipu sipu
“janji ya..”
“oke!! Janji..”
~ > ᴥ < ~ > ᴥ < ~
“oi.. Milian!!! Bumi kepada Milian!!! Bumi kepada Milian”
“akh! Sori aku keasikan ngelamun.. lho anak yang lain kemana?” tanya gadis itu sambil clingak clinguk kesana kemari
Para gadis yang lain tertawa melihat tingkah konyol yang dilakukan temannya itu.
“upacara udah selesai, sekarang waktunya ke papan pengumuman untuk lihat dimana kelas kita.. kamu ngelamun aja sih dari tadi!!! Ayo cepet kita berangkat, bisa gaswat kalo ketauan masih disini...”
Merekapun berlari keluar gedung serba guna dan segera menuju papan pengumuman. Saat sampai disana mereka cukup terkejut karena papan itu sudsah sangat penuh sesak, karena banyaknya siswa baru yang belummengetahui dimana kelasnya berada. Saat salah satu dari mereka mencoba menembus barikade manusia manusia itu, dia terlempar.
“aah... susah banget sih!!!” ujar salah satu dari mereka
“oh iya, Btw si Milian kemana? Jangan bilang dia ketinggalan..”
Tiba tiba seseorang keluar dari kerumunan itu sambil berkacak pinggang dan berkata
“ kalian semua di kelas C!!” kata Milian
“yey!!! Kita sekelas semua!!”
“IYA!~ semuanya kecuali aku..” katanya dengan bangga “aku masuk dikelas B hohohoho~ yaudah aku pergi dulu ya bye..”
Milian pun pergi meninggalkan mereka dan segera menuju kelasnya.
ngga sia sia aku belajar sampe nangis nangis waktu itu. Oh ya aku Milian yang mulai saat ini resmi menjadi anak SMA. Aku punya mimpi, well mimnya standar sih yaitu jadi dokter. Aku udah mimpiin itu dari umur 5 tahun. Alasan aku memipmpikan profesi itu sebenarnya ada 2, yang pertama rahasia, sedangkan yang kedua karena aku mau menyemangati mimpi teman kecilku.
“oi! Jangan berdiri di depan pintu! Ngalangin orang yang maumasuk tau!! Menyingkir sana!” kata seorang cowo.
Milian yang waktu itu sedang melamun sontak terkejut, namun tetap menjaga ekspresi tenangnya.
“apaan sih!!”
“kok apaan sih?? Kamu itu bikin aku ngga bisa masuk dasar aneh” kata cowo tadi
“Hei kamu ngajak berantemya?”
Tapi tiba tiba terdengar suara sepatu yang biasanya di kenakan oleh guru, dan para siswa pun secara naluri kembali tempat duduk masing masing dan kelaspun dimulai. Seperti SMA pada umumnya, para siswa kelas X harus mengikuti MOS. Setelah perkenalan dan pembuatan nametag dari karton siswa akan menjalani masa “dineraka” selama seminggu full. Setelah mendengarkan intruksi, siswa pun diharuskan kelapangan.
“baiklah!! Aku harus  semangat!” ujar Milian sambil berjalan
Namun tiba tiba seseorang  berkata dengan nada mengejek tanpa ekspresi.
“sepertinya suatu hal yang luar biasa kembali mengejutkanku.. aku masih tidak percaya,kamu bisa masuk kelas B, aku pikir kamu bakal masuk kelas F”
“setidaknya aku sudah berusaha keras untuk bisa masuk, tidak seperti seseorang yang bisa dengan mudahnya masuk ke kelas A seperti membalikkan telapak tangan”
“sudahlah katakan saja kalau kamu iri padaku... hei seharusnya kamu berterima kasih padaku karena sudah mengajarimu tau!!”
Cowo itu namanya Rien, dia itu otaknya encer, tapi menyebalkan. Kata para guru, anak itu bisa jadi apa aja Cuma dengan mengeluarkan sedikit keringat. Dia teman masa kecilku.
“ah! Aku duluan ya nona tidaktaurasaterimakasihkarenaudahdiajarinmatimatian” ejeknya lagi.
Liatin aja nanti aku pasti bakal bikin kamu bertekuk lutut.
MOS pun dimulai, seluruh siswa kelas X merasa sangat ketakutan, kelelahan, dan kesal karena perlakuan kakak panitia. Bagiku hal ini ngga terlalu penting, yang penting adalah mengejar impianku itu.
“baiklah!!! Sekarang kalian berkumpul sesuai kelompok masing masing!!!” teriak ketua panitia
Semua anak sibuk berlari mencari kelompok masing masing, beberapa dari mereka bahkan berteriak memanggil nama kelompok untuk mempermudah menemukan anggota. Setelah semua kelompok berkumpul, MOS pun resmi dibuka.
Setiap kelompok memiliki 3 kakak panitia untuk memimpin mereka dan setiap kakak panitia memiliki “SIMAK”*Surat Ijin Mengerjai Adik Kelas
Selama MOS berlangsung para siswa dilarang keras menentang panitia, dan panitia berhak memberikan perintah apapun.
Baru 1 jam berlangsungnya MOS, tapi Cuma tinggal beberapaa puluh yang masih sanggup, sedangkan sisanya, ada yang masuk UKS, dan yang lain keringetan hebat. Melihat keadaan seperti itu, akhirnya ketua panitia memberikan istirahat untuk semuanya.
Saat pengumuman istirahat dikumandangkan, anak anak langsung semangat lagi, dan dengan secepat kilat kembali ke kelas masing masing untuk mengambil makan siang beserta minumnya.
Milian kembali ke kelasnya untuk mengambil makanan. Namun tiba tiba Rien berdiri di depan pintu kelasnya mengunakan topeng gorila. Milian yang saat itu sedang asik melamun terkejut setengah mati, dan menonjok Rien tepat di perutnya.
“AWW! Sakit tau!!” kata Rien sambil melepas topengnya
“siapa suruh pake topeng kaya gitu... kalo mau nakut nakutin lain kali mikir dulu 2 eh.. maksudku 100 kali sebelum melancarkannya...”
“mau makan bareng? Mamaku masakin sesuatu yang baru lho... enak deh...”
“ok~”
Mereka pun pergi berdua ke lapangan. Saat itu banyak banyak orang berseliweran di lorong dan tanpa disengaja, Milian mendengar suatu percakapan
“dasar cewe ngga punya malu hihihi.. jangan ngesok deh mentang mentang bisa masuk kelas B”
“haha namanya aja udah ngesok gitu apa lagi orangnya? Iya kan?! Haha”
“haha”
Milian tiba tiba terdiam, dan dengan reflek dia menengok kearah belakang. Milian menatap sekelompok gadis yang tengah tertawa itu dan sekelompok gadis itu membalas tatapan Milian dengan pelototan tajam. Sontak Milian terkejut ketakutan.
“oi.. Mili? Ada apa?” tanya Rien begitu sadar bahwa gadis itu berhenti tiba tiba dan memperlihatkan ekspresi ketakutan.
Terkejut dengan perubahan ekspresi Milian, Rien pun secara diam diam mencoba mencari apa yang dilihat oleh gadis itu dengan matanya. Setelah menemukan apa yang membuat temannya itu ketakutan, Rien terseyum samar.
“oh...” bisiknya dengan ekspresi kejam.
“En? Kenapa?? Mukamu sama menyeramkannya dengan topeng gorila yang kamu bawa..
“hmm? Hah? Masa sih.. mana mungkin wajah tampanku ini mirip dengan gorila?! Kamu ngajak berantem ya?” katanya sambil mencubit pipi Milian.
“oh iya kok kamu pake topeng gorila?”
“oh ini.. kakak panitia yang menyuruhku memakainya. Katanya kalau aku ngga pakai mereka bakal kesulitan...”
“maksudnya?”
“Aku juga ngga ngerti maksudnya, waktu aku nanya, mereka senyum senyum ngga jelas”
“oh..”
“ah!! Tadinya aku disuruh pakai topeng kucing, tapi kakak panitia yang cowo ngga setuju, terus mereka berantem..”
“te..rus?”
Kayanya aku mulai ngerti maksudnya..
“tiba tiba ketua panitia dateng bawa topeng gorila, terus mereka nyuruh aku milih mana yang harus aku pakai, yaudah aku milih gorila! Aku suka gorila!!”
“hmm biar aku tebak~ pasti kakak panitia yang cewe kecewa berat..”
“ kok tau?”
Milian Cuma tersenyum. Sudah kuduga, tujuan dia make topeng itu adalah untuk menyembunyikan pheromonnya. Ketua panitianya cerdas juga. Kasian.. untung aja dia polos. Pantesan dulu nenek over protective ke dia, ternyata.. kenapa aku baru sadar sekarang ya? Baiklah nek... akan kuteruskan perjuanganmu itu...






~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ini baru chapter 1 nanti perkenalan tokoh bakal aku buat setelah aku mendapatkan Grapic tablet ok?!