“...selamat bagi kalian yang di terima di Sekolah Menengah
Atas ini, saya harap kalian dapat meraih mimpi kalian dengan belajar tekun di
sekolah ini. Sekian pidato saya..”
“berikutnya sambutan dari...”
Suara MC yang cempreng menglegar di pagi yang panas itu. Hal
itu terjadi karena hari ini adalah hari pertama siswa SMAN XY masuk sekaligus
hari dimana para anak kelas 10 menjalani MOS, tentu saja sebelum kegiatan itu
di mulai para siswa harus mengikuti upaca pembukaan. Upacara dilakukan di
gedung serba guna dimana para siswa berdiri sambil mendengarkan celotehan guru,
kepsek, ketua OSIS, dan sejenisnya.
“mimpi kah...” ucap seorang gadis.
Flashback~
Siang yang cerah tidak dapat membuat suasana di rumah itu
gembira. Banyak orang menangis, kata mama itu karena ada yang meninggal. tapi saat
itu Aku ingat persis ada seorang anak yang tidak menangis, tapi anehnya dia
gemetaran. Waktu itu aku ikut ke suatu tempat aneh yang penuh batu berbentuk
aneh, dan aku melihat seorang nenek dimasukkan kegalam lubang lalu ditimbun
tanah. Anak itu tetap diam, padahal yang lain
menangis saat nenek itu di timbun
tanah. Orang semakin sedikit, dan terus berkurang hingga akhirnya aku bilang ke
mama kalau aku akan pulang kerumah bersama anak itu.
“Rien.. ayo pulang..”
“Ngga!! Ngga mau!!”
“Rien.. kamu kenapa?”
Aku yang waktu itu tidak tau apa apa cumaterdiam menunggu
jawaban dari dia. Anak itu, dia gemetar karena menahan tangis dan tiba tiba dia
berbisik.
“itu salahku karena tidakmemberikan pertolongan pertama
waktu nenek terjatuh..”
“Terjatuh?” tanyaku
“nenek kena serangan jantung saat
bersamaku di taman, tapi aku tidak bisa apa apa!!! Aku Cuma pecundang bodoh!!
Aku..aku”
Dan diapun mulai menangis. Aku
tidak mengerti apa maksudnya saat itu, tapi entah kenapa aku merasa sangat
sedih melihatnya menangis.
“tak apa tak apa” kata gadis
kecil itu sambil mengusap kepala bocah laki laki yang sedang menangis.
“menyingkir!!!”
Gadis kecil itu pun terjatuh saat
di dorong, tapi dia tidak menangis. Yang dilakukannya malah berdiri di hadapan
bocah itu lalu berkata
“ng.. kalau kamu merasa bersalah,
kalau begitu jangan di ulangi!!! Itu kata mama waktuaku melakukan kesalahan,
jadi sekarang kamu harus bangun dan minta maaf ke nenek.. terus berubah deh..”
“Berubah? Gimana caranya?”
“hmm.. gimana ya... kamu tahu
siapa yang bisa membuat nenekmu lebih baik saat penyakitnya kambuh?”
“ biasanya nenek pergi ke dokter
kalau obatnya abis..”
“kalau gitu kamu jadi dokter
aja!!! kamu bisa nolong nenek orang lain yang kena penyakit yang sama, dan
bikin mereka sembuh! Jadi nanti ngga ada orang yang sedih lagi..”
“tapi jadi dokter kan susah..”
“kalau gitu Milian juga ikut jadi
dokter aja! Jadi Milian bisa bantuin kamu. Gimana?”
Bocah itu tampaknya menimbang
nimbang tawaran gadis kecil yang berusaha menyemangatinya. Dia menutup matanya
sambil berkacak pinggang, seolah berpikir keras dan akhirnya dia mengangkat
kepala dan berkata sambil tersipu sipu
“janji ya..”
“oke!! Janji..”
~ > ᴥ < ~ > ᴥ
< ~
“oi.. Milian!!! Bumi kepada Milian!!!
Bumi kepada Milian”
“akh! Sori aku keasikan
ngelamun.. lho anak yang lain kemana?” tanya gadis itu sambil clingak clinguk
kesana kemari
Para gadis yang lain tertawa
melihat tingkah konyol yang dilakukan temannya itu.
“upacara udah selesai, sekarang
waktunya ke papan pengumuman untuk lihat dimana kelas kita.. kamu ngelamun aja
sih dari tadi!!! Ayo cepet kita berangkat, bisa gaswat kalo ketauan masih
disini...”
Merekapun berlari keluar gedung
serba guna dan segera menuju papan pengumuman. Saat sampai disana mereka cukup
terkejut karena papan itu sudsah sangat penuh sesak, karena banyaknya siswa
baru yang belummengetahui dimana kelasnya berada. Saat salah satu dari mereka
mencoba menembus barikade manusia manusia itu, dia terlempar.
“aah... susah banget sih!!!” ujar
salah satu dari mereka
“oh iya, Btw si Milian kemana?
Jangan bilang dia ketinggalan..”
Tiba tiba seseorang keluar dari
kerumunan itu sambil berkacak pinggang dan berkata
“ kalian semua di kelas C!!” kata
Milian
“yey!!! Kita sekelas semua!!”
“IYA!~ semuanya kecuali aku..”
katanya dengan bangga “aku masuk dikelas B hohohoho~ yaudah aku pergi dulu ya
bye..”
Milian pun pergi meninggalkan
mereka dan segera menuju kelasnya.
ngga sia sia aku belajar sampe
nangis nangis waktu itu. Oh ya aku Milian yang mulai saat ini resmi menjadi
anak SMA. Aku punya mimpi, well mimnya standar sih yaitu jadi dokter. Aku udah
mimpiin itu dari umur 5 tahun. Alasan aku memipmpikan profesi itu sebenarnya
ada 2, yang pertama rahasia, sedangkan yang kedua karena aku mau menyemangati
mimpi teman kecilku.
“oi! Jangan berdiri di depan
pintu! Ngalangin orang yang maumasuk tau!! Menyingkir sana!” kata seorang cowo.
Milian yang waktu itu sedang
melamun sontak terkejut, namun tetap menjaga ekspresi tenangnya.
“apaan sih!!”
“kok apaan sih?? Kamu itu bikin
aku ngga bisa masuk dasar aneh” kata cowo tadi
“Hei kamu ngajak berantemya?”
Tapi tiba tiba terdengar suara
sepatu yang biasanya di kenakan oleh guru, dan para siswa pun secara naluri
kembali tempat duduk masing masing dan kelaspun dimulai. Seperti SMA pada
umumnya, para siswa kelas X harus mengikuti MOS. Setelah perkenalan dan
pembuatan nametag dari karton siswa akan menjalani masa “dineraka” selama
seminggu full. Setelah mendengarkan intruksi, siswa pun diharuskan kelapangan.
“baiklah!! Aku harus semangat!” ujar Milian sambil berjalan
Namun tiba tiba seseorang berkata dengan nada mengejek tanpa ekspresi.
“sepertinya suatu hal yang luar
biasa kembali mengejutkanku.. aku masih tidak percaya,kamu bisa masuk kelas B,
aku pikir kamu bakal masuk kelas F”
“setidaknya aku sudah berusaha
keras untuk bisa masuk, tidak seperti seseorang yang bisa dengan mudahnya masuk
ke kelas A seperti membalikkan telapak tangan”
“sudahlah katakan saja kalau kamu
iri padaku... hei seharusnya kamu berterima kasih padaku karena sudah
mengajarimu tau!!”
Cowo itu namanya Rien, dia itu
otaknya encer, tapi menyebalkan. Kata para guru, anak itu bisa jadi apa aja
Cuma dengan mengeluarkan sedikit keringat. Dia teman masa kecilku.
“ah! Aku duluan ya nona
tidaktaurasaterimakasihkarenaudahdiajarinmatimatian” ejeknya lagi.
Liatin aja nanti aku pasti bakal
bikin kamu bertekuk lutut.
MOS pun dimulai, seluruh siswa
kelas X merasa sangat ketakutan, kelelahan, dan kesal karena perlakuan kakak
panitia. Bagiku hal ini ngga terlalu penting, yang penting adalah mengejar
impianku itu.
“baiklah!!! Sekarang kalian
berkumpul sesuai kelompok masing masing!!!” teriak ketua panitia
Semua anak sibuk berlari mencari
kelompok masing masing, beberapa dari mereka bahkan berteriak memanggil nama
kelompok untuk mempermudah menemukan anggota. Setelah semua kelompok berkumpul,
MOS pun resmi dibuka.
Setiap kelompok memiliki 3 kakak
panitia untuk memimpin mereka dan setiap kakak panitia memiliki “SIMAK”*Surat Ijin Mengerjai Adik Kelas
Selama MOS berlangsung para siswa
dilarang keras menentang panitia, dan panitia berhak memberikan perintah
apapun.
Baru 1 jam berlangsungnya MOS,
tapi Cuma tinggal beberapaa puluh yang masih sanggup, sedangkan sisanya, ada
yang masuk UKS, dan yang lain keringetan hebat. Melihat keadaan seperti itu,
akhirnya ketua panitia memberikan istirahat untuk semuanya.
Saat pengumuman istirahat
dikumandangkan, anak anak langsung semangat lagi, dan dengan secepat kilat kembali
ke kelas masing masing untuk mengambil makan siang beserta minumnya.
Milian kembali ke kelasnya untuk
mengambil makanan. Namun tiba tiba Rien berdiri di depan pintu kelasnya
mengunakan topeng gorila. Milian yang saat itu sedang asik melamun terkejut
setengah mati, dan menonjok Rien tepat di perutnya.
“AWW! Sakit tau!!” kata Rien
sambil melepas topengnya
“siapa suruh pake topeng kaya
gitu... kalo mau nakut nakutin lain kali mikir dulu 2 eh.. maksudku 100 kali
sebelum melancarkannya...”
“mau makan bareng? Mamaku masakin
sesuatu yang baru lho... enak deh...”
“ok~”
Mereka pun pergi berdua ke
lapangan. Saat itu banyak banyak orang berseliweran di lorong dan tanpa
disengaja, Milian mendengar suatu percakapan
“dasar cewe ngga punya malu
hihihi.. jangan ngesok deh mentang mentang bisa masuk kelas B”
“haha namanya aja udah ngesok
gitu apa lagi orangnya? Iya kan?! Haha”
“haha”
Milian tiba tiba terdiam, dan
dengan reflek dia menengok kearah belakang. Milian menatap sekelompok gadis
yang tengah tertawa itu dan sekelompok gadis itu membalas tatapan Milian dengan
pelototan tajam. Sontak Milian terkejut ketakutan.
“oi.. Mili? Ada apa?” tanya Rien begitu
sadar bahwa gadis itu berhenti tiba tiba dan memperlihatkan ekspresi ketakutan.
Terkejut dengan perubahan
ekspresi Milian, Rien pun secara diam diam mencoba mencari apa yang dilihat
oleh gadis itu dengan matanya. Setelah menemukan apa yang membuat temannya itu
ketakutan, Rien terseyum samar.
“oh...” bisiknya dengan ekspresi
kejam.
“En? Kenapa?? Mukamu sama
menyeramkannya dengan topeng gorila yang kamu bawa..
“hmm? Hah? Masa sih.. mana
mungkin wajah tampanku ini mirip dengan gorila?! Kamu ngajak berantem ya?”
katanya sambil mencubit pipi Milian.
“oh iya kok kamu pake topeng
gorila?”
“oh ini.. kakak panitia yang
menyuruhku memakainya. Katanya kalau aku ngga pakai mereka bakal kesulitan...”
“maksudnya?”
“Aku juga ngga ngerti maksudnya,
waktu aku nanya, mereka senyum senyum ngga jelas”
“oh..”
“ah!! Tadinya aku disuruh pakai
topeng kucing, tapi kakak panitia yang cowo ngga setuju, terus mereka
berantem..”
“te..rus?”
Kayanya aku mulai ngerti maksudnya..
“tiba tiba ketua panitia dateng
bawa topeng gorila, terus mereka nyuruh aku milih mana yang harus aku pakai,
yaudah aku milih gorila! Aku suka gorila!!”
“hmm biar aku tebak~ pasti kakak panitia
yang cewe kecewa berat..”
“ kok tau?”
Milian Cuma tersenyum. Sudah kuduga, tujuan dia make topeng itu
adalah untuk menyembunyikan pheromonnya. Ketua panitianya cerdas juga. Kasian..
untung aja dia polos. Pantesan dulu nenek over protective ke dia, ternyata..
kenapa aku baru sadar sekarang ya? Baiklah nek... akan kuteruskan perjuanganmu
itu...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ini baru chapter 1 nanti perkenalan tokoh bakal aku buat setelah aku mendapatkan Grapic tablet ok?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar